Mantan Anggota DPRD Sumut Tak Hiraukan Panggilan KPK

Editor: Mahadeva WS

209
Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di Gedung KPk Jakarta - Foto Eko Sulestyono

JAKARTA – Mantan Anggota DPRD Sumut tidak menghiraukan panggilan Penyidik KPK. Seperti yang terlihat pada Jumat (13/7/2018), mantan anggota DPRD Sumut tidak ada yang mendatangi undangan pemeriksaan oleh penyidik.

Kabiro Humas KPK Febri Fiansyah menyebut, penyidik KPK secara resmi telah menerima surat pemberihahuan ketidakhadiran tiga orang mantan anggota DPRD Sumut, Abdul Hasan Maturidi, Richard Eddy Marsaud Lingga dan Syafrida Fitrie.

“Mantan anggota dewan yang rencananya akan diperiksa penyidik KPK dalam kapasitasnya sebagai tersangka dipastikan tidak datang. Mereka baru saja mengirimkan surat pemberitahuan, diantaranya Abdul Hasan beralasan menikahkan anaknya, Richard Eddy mengaku sedang sakit, sedangkan Syafrida Fitrie hingga Jumat sore belum memberikan keterangan,” ungkap Febri, Jumat (13/7/2018).

Pemanggilan ketiga tersangka tersebut merupakan bagian dari pemeriksaan yang dilakukan terhadap 38 oknum mantan anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 dan 2014-2019. Mereka sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka dalam suap pembahasan APBD Sumut. Disebut-sebut, masing-masing oknum anggota dewan diduga telah menerima uang suap antara Rp300 juta hingga Rp350 juta. KPK meyakini uang suap tersebut berasal dari pemberian mantan Gubernur Provinsi Sumut periode 2009-2014 Gatot Pujo Nugroho.

Suap diberikan, agar sebagian besar anggota dewan menyetujui dan mengesahkan pembahasan sekaligus pertanggungjawaban terkait laporan penggunaan anggaran Pemprov Sumut.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.