banner lebaran

Mantan PM Pakistan Pulang untuk Hadapi Penjara

211
Ilustrasi Bendera Pakistan/ -Foto: Dokumentasi CDN

ISLAMABAD – Mantan Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif dan putrinya, Maryam, yang dijatuhi hukuman penjara secara in absentia akhirnya kembali ke Pakistan pada Jumat (13/7/2018).

Pada Jumat sore, ribuan polisi dikerahkan di pusat kota Lahore dan peti kemas ditempatkan di sepanjang jalan utama untuk memblokir pengunjuk rasa yang bergerak menuju bandar udara, tempat Sharif diperkirakan mendarat sekira pukul 06.15 waktu setempat atau 20.15 WIB. Pejabat polisi setempat Naveed Shah mengatakan, bahwa perintah kepadanya tidak termasuk membatasi pergerakan orang. Namun demikian, hal itu bisa berubah ketika pendukung partai Sharif, Pakistan Muslim League-Nawaz (PML-N) turun ke jalan.

Pendukung PML-N mengatakan akan berpawai ke bandar udara dengan menentang larangan semua unjuk rasa. Sharif kembali dari Inggris setelah pengadilan anti-korupsi memberikan hukuman 10 tahun penjara atas pembelian apartemen mewah di London dan menghukum putrinya serta pewaris politiknya tujuh tahun penjara.

Sharif menuduh militer membantu peradilan melawan dia dan partai PML-N-nya. Partai tersebut berkuasa dalam lima tahun terakhir dan telah diselingi oleh perselisihan sipil-militer yang melanda Pakistan sejak awal. Oposisi Partai Rakyat Pakistan (PPP) juga menuduh adanya kecurangan pra-jajak pendapat yang digelar minggu ini.

Militer, yang telah memerintah Pakistan selama setengah sejarah negara tersebut sejak 1947, telah membantah melakukan campur tangan di dalam politik modern. Militer berencana menempatkan 371 ribu tentara di sekitar tempat pemungutan suara, sehingga akan ada pemilihan umum yang bebas dan adil.

“Nawaz benar-benar percaya ini adalah tentang demokrasi dan warisannya. Itulah mengapa dia rela kehilangan 10 tahun hidupnya selama ini,” kata Musadik Malik, sekutu Sharif dan mantan menteri kabinet PML-N.

Sharif memperkirakan akan ada gelombang dukungan ketika Dia kembali dari London, di mana istrinya Kulsoom sakit parah dan menjalani perawatan kanker. Untuk mencegah para pekerja PML-N mementaskan sambutan seorang pahlawan di jalan-jalan, media setempat menyebut, pihak berwenang akan menangkap ayah dan putrinya setelah mendarat dan mengangkut mereka ke ibu kota Islamabad dengan helikopter.

Jajak pendapat terbaru menunjukkan, PML-N telah kehilangan kepemimpinannya secara nasional dari Partai Pakistan Tehreek-e-Insaf (PTI) milik saingannya Khan. Dan kini pesan anti-korupsi dari PTI telah dikumandangkan banyak warga Pakistan.

Khan telah menggambarkan Sharif sebagai penjahat yang telah menjarah negara selama beberapa dekade, dan menyambut baik masa tahanannya sebagai pertanggungjawaban yang terlambat.

Sharif dijatuhi hukuman setelah gagal menjelaskan bagaimana keluarga itu memperoleh flat di London. Perkara tersebut mencuat berkat Panama Papers di 2016. Maryam dihukum karena menyembunyikan kepemilikan apartemen. Mereka berdua menolak mengaku melakukan kesalahan. (Ant)

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.