Masih Banyak Panti Jompo Kurang Perhatian Pemerintah

Editor: Makmun Hidayat

319

YOGYAKARTA — Puncak peringatan Hari Lanjut Usia Nasional digelar pada 5 Juli 2018. Ironisnya ditengah meriahnya puncak peringatan itu, saat ini masih banyak lansia hidup tanpa perhatian penuh pemerintah.

Minimnya perhatian pada lansia itu salah satunya dapat dilihat dari kurangnya dukungan pemerintah terhadap sejumlah panti sosial yang ada. Seperti dirasakaan Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha unit Abiyoso di Pakem, Sleman, Yogyakarta.

Selain kekurangan fasilitas dan tenaga pengelola, Panti Jompo milik Pemprov DIY ini sejak beberapa tahun terakhir juga kekurangan anggaran untuk menyelenggarakan sejumlah program bagi para lansia yang berada di PSTW tersebut.

Pekerja Sosial Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha, Feriawan Agung Nugroho – Foto Jatmika H Kusmargana

Pekerja Sosial Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha, Feriawan Agung Nugroho, mengatakan panti Werdha Abiyoso Pakem memiliki sedikitnya 126 lansia. Jumlah itu belum termasuk sebanyak 88 lansia yang ada di unit 2 Budi Luhur Kasongan.

“Namun kita hanya memiliki 1 orang tenaga dokter, 3 perawat, 1 pekerja sosial dan 25 pramubhakti. Jumlah yang sangat kurang untuk mengurus seluruh lansia. Jauh dari ideal,” ujarnya, Kamis (5/7/2018).

Tak hanya tenaga, dari sisi fasilitas, Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha juga masih kurang. Fasilitas berupa bangunan yang dibangun sejak 1978 dinilai tidak lagi ramah lansia sehingga berpotensi membahayakan lansia. Selain itu daya tampung yang dimiliki juga sangat terbatas.

“Kita hanya memiliki sebanyak 14 wisma. Tidak ada wisma untuk karantina. Daya tampung ruang khusus untuk menampung lansia yang mengalami betrest hanya 14 orang, padahal kita memiliki sedikitnya 38 orang lansia yang betrest,” ujarnya.

Bahkan dari sisi anggran, pada tahun 2018 ini Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha terpaksa menghapus sejumlah program untuk para lansia karena kekurangan dana akibat pemangkasan anggran.

“Karena penghematan anggaran, sejumlah kegiatan rutin untuk lansia seperti piknik atau rekreasi, serta pengadaan baju saat ini dihilangkan. Dana kesehatan juga dipotong, sehingga misalnya dulu pemeriksaan Puskesmas dilakukan seminggu sekali kini hanya sebulan sekali,” ungkapnya.

Untuk mengatasi berbagai kendala tersebut pihak Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha mau tidak mau harus memanfaatkan apa yang dimiliki secara maksimal. Baik itu memanfaatkan tenaga/pegawai, fasilitas maupun dana anggaran untuk sejumlah program kegiatan.

Baca Juga
Lihat juga...