Masyarakat Diminta Tidak Memuji Zohri Secara Berlebihan

Editor: Mahadeva WS

267
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Provinsi Nusa Tenggara Barat, Husnanidiaty Nurdin/foto : Turmuzi

MATARAM – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Nusa Tenggara Barat (NTB) Husnanidiaty Nurdin meminta, masyarakat tidak memberikan pujian secara berlebihan kepada prestasi Lalu Muhammad Zohri.

Jangan sampai, karena pujian yang berlebihan membuat Zohri terlena dan tidak fokus mempersiapkan diri. Sementara sebentar lagi akan digelar Asian Games 2018 dan Zohri juga akan diturunkan. “Prestasi ditorehkan atlet Zohri meraih medali emas sebagai juara dunia di Firlandia memang sebagai prestasi luar biasa, bagi masyarakat Indonesia Khususnya di NTB,” kata Husnanidiaty di Mataram, Senin (16/7/2018).

Pujian yang berlebihan juga bisa menjadi beban moral bagi Zohri. Dan hal itu dikhawatirkan bisa mengganggu upaya untuk mempersembahkan emas di Asian Games. “Lebih baik sekarang ini kita mendorong dan memotivasi, bagaimana terus meningkatkan prestasi dan menjadi lebih baik,” tambahnya.

Husnanidiaty Nurdin juga mengkritik media dan masyarakat yang hanya menyoroti keadaan ekonomi dan rumah Zohri. Hal itu terkesan memposisikan pemerintah seperti tidak memiliki peduli kepada Zohri.

Sementara tidak pernah melihat bagaimana kondisi Pusat Pembinaan dan Latihan Pelajar (PPLP) yang dikelola Dispora NTB tempat Zohri ditempa hingga bisa menjadi atlet berprestasi seperti saat ini. “Jangan hanya rumahnya saja yang disorot, lihat PPLP tempat para atlet dilatih, bagaimana kondisinya, tempat tidurnya bagaimana, coba itu yang katanya mau menyumbang anggaran banyak, bantu kami benahi PPLP sebagai tempat pembinaan bibit atlet,” tandasnya.

Ketua Komite Nasional Olahraga Indonesia (KONI) NTB, Andy Hadianto mengatakan, torehan prestasi yang diraih atlet NTB belakangan memang cukup membanggakan. Tercatat sejak 2012, prestasi atlet NTB mengalami peningkatan. Hal itu diklaim karena pemerintah serius melakukan pembinaan jangka panjang dan berkelanjutan.

“Jadi kalau ada yang beranggapan pemerintah tidak peduli terhadap atlet, itu keliru termasuk kepada atlet Zohri, kan dalam dunia olahraga itu, prestasi dulu, baru apresiasi dan terbukti atas prestasi diraih sekarang Pemda juga memberikan penghargaan” katanya.

Andy-pun mengingatkan, bahwa penghargaan adalah penguat perilaku positif. Oleh karenanya, jangan sampai pujian yang diberikan berdampak negatif dan membuat atlet terlena. “Sejak Zohri menang, KONI terus memantau atlet lain yang berkualitas, diperlakukan sama, tidak ada anak emas, untuk dipersiapkan sebagai atlet masa depan yang bisa mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional,” tambahnya.

Lebih lanjut Andy menambahkan, NTB hanya memiliki anggaran fiskal kecil untuk olahraga. Bahkan jika dibandingkan daerah lain nilainya juga paling kecil. Hanya saja prestasinya tidak pernah di bawah.

Baca Juga
Lihat juga...