Maumere Perlu SMP Negeri Baru

Editor: Mahadeva WS

425

MAUMERE – Kota Maumere perlu mendapatkan penambahan sekolah negeri jenjang SMP baru. Hal tersebut harus segera direspon oleh Pemkab Sikka, karena jumlah pendaftar SMP setiap tahunnya selalu meningkat.

Kondisi saat ini, sekolah yang sudah ada tidak mampu menampung seluruh pendaftar. “Tahun ini saja jumlah pendaftar 430 orang. Sementara kami hanya menerima 340 orang. Terpaksa 90 siswa-siswi lainnya kami tolak,” sebut Kepala Sekolah SMPN1 Maumere Vitalis P.Sukalumba,SPd, Kamis (19/7/2018).

Vitalis menyebut, sudah meminta kepada pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO) agar segera membangun SMP Negeri baru di Maumere.  Sekolah baru tersebut untuk melayani siswa-siswi yang tidak tertampung di SMPN1 dan SMPN 3 di Nangahure kelurahan Wuring kecamatan Alok Barat.

“Kami terpaksa membuka kelas siang jam 12.30 sampai 17.00 WITA sebab jumlah siswa sudah melebih kapasitas. Total siswa 1.025 orang, dimana kelas VII sebanyak 340 siswa, kelas VIII berjumlah 306 siswa dan kelas IX sebesar 379 siswa,” rincinya.

SMPN1 Maumere memiliki 18 rombongan belajar. Sementara dengan jumlah siswa yang ada, idealnya dibutuhkan 32 rombongan belajar atau ruang kelas. Kekurangan tersebutlah yang akhirnya disikapi dengan menerapkan sistim shift atau pembagian jam belajar pagi dan siang.

“Dalam menerima siswa baru, kami tetap berpatokan kepada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No.14/2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dengan sistim zonasi. Kami memprioritaskan siswa yang berdomisili di wilayah Kecamatan Alok Timur sesuai keberadaan sekolah ini, ” tambahnya.

Namun demikian, ada alokasi sebesar lima persen untuk siswa berprestasi yang berasal dari luar Kecamatan Alok Timur. Terutama siswa dari di Kecamatan Alok dan Alok Barat yang masih ada di dalam Kota Maumere. Juga alokasi lima persen untuk siswa pindahan dan berkebutuhan khusus atau disabilitas.

“Kami harus terima siswa dengan sistim zona ini sehingga pasti banyak yang berasal dari luar zona tidak akan diterima mengingat kuota yang ada telah mencukupi. Makanya kami selalu usulkan agar dibangun SMP negeri yang baru,” sebutnya.

Anggota DPRD Sikka Yohanes A.J.Lioduden menyebut, sejak 2017 sudah mendesak Pemkab Sikka untuk membangun sekolah baru. Hal itu berdasarkan aspirasi masyarakat yang diterimanya saat menggelar reses. Animo orang tua murid menyekolahkan anaknya di SMPN1 Maumere sangat tinggi, namun kapasitas yang ada tidak mencukupi.

“Kondisi SMPN1 Maumere saat ini juga sudah tidak bisa lagi menampung siswa yang mendaftar melebihi kuota. Makanya di setiap sidang paripurna Fraksi Nasdem selalu mendorong pemerintah membangun sekolah negeri baru,” terangnya.

Dikatakan Yani, kalau bisa lokasi dibangunnya sekolah adalah di tanah kosong milik pemerintah yang berada di samping STM Negeri Maumere. Namun pemerintah beragumentasi masih melakukan survey dan mencari lokasi yang cocok untuk pembangunan SMP Negeri ini. “Kecamatan Alok sebagai kecamatan tertua harusnya ada SMP Negeri sebab Kecamatan Alok Timur dan Alok Barat masing-masing sudah memiliki SMPN Negeri sendiri. Ini penting agar sekolah ini bisa menampung kelebihan siswa dari dua SMP Negeri lainnya,” tuturnya.

Baca Juga
Lihat juga...