Mbak Tutut Berharap, Silaturahmi dengan BKMT Terus Terajut

Editor: Mahadeva WS

422

JAKARTA – Silaturahmi harus terus ditegakkan dan dijalankan jangan sampai putus. Demikian pula silaturahmi dan persaudaraan yang telah terjalin antara Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) pimpinan Tuty Alawiyah dengan keluarga Cendana.

Demikian disampaikan Siti Hardijanti Rukmana atau Mbak Tutut saat menerima kehadiran ibu-ibu dari BKMT DKI Jakarta, di rumah Pak Harto di Jalan Cendana 8, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (12/7/2018). “Kami sangat senang sekali, ibu-ibu masih ingat pada kami. Pertemuan ini menyambung kembali silaturahmi yang telah terjalin antara (alm) Ibu Tuty dan Ibu Tien. Kata Allah SWT dalam Alquran, siapa yang memutus silaturahmi itu  haram hukumnya,” kata Mbak Tutut.

Siti Hardjanti Rukmana atau Mbak Tutut Soeharto (tengah) berfoto dengan Ketua BKMT DKI Jakarta, Nurfitria Farhana (kanan) dan Ustazad Ida Saidah Sholeh (kiri) usai pengajian di rumah Pak Harto di Jalan Cendana, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (11/7/2018). Foto : Sri Sugiarti.

Putri sulung Presiden Soeharto tersebut berharap, silaturahmi yang dirajut tidak hanya terjadi di hari tersebut saja. Tetapi harus berlanjut hingga akhir hayat. Keluarga Cendana, membuka pintu untuk merajut nostalgia itu. “Mungkin ibu-ibu yang baru ke sini beranggapan kalau rumah Bapak itu mewah. Iya seperti ini, apa adanya rumah ini sejak dulu sederhana tidak ada yang berubah,” kata Mbak Tutut.

Pada kesempatan tersebut, Mbak Tutut berbagi cerita, ketika menghadiri acara BKMT di Stasiun Utama Senayan pada 1991, Ibu Tien Soeharto sangat terharu. Acara tersebut dihadiri ibu-ibu dari seluruh Indonesia. Mereka, ingin bertemu dengan Ibu Tien dan bersama-sama berdoa kepada Allah SWT untuk bangsa dan negara Indonesia.

“Ibu Tien sangat terharu bisa menemui ibu-ibu BKMT dari seluruh Indonesia. Ibu juga bangga pada Ibu Tuty yang telah berhasil mengumpulkan mereka untuk mendoakan bangsa Indonesia,” ungkap Mbak Tutut.

Tutut mengajak ibu-ibu BKMT untuk terus mendoakan negara Indonesia agar jangan terpuruk. Karena menurutnya, lantunan doa-doa yang dihaturkan kepada Allah SWT memiliki kekuatan. Bahkan, di dalam Alquran sangat jelas dikatakan, kalau umat manusia ingat kepada Allah SWT dengan senantiasa mendekatkan diri kepada-Nya. Maka Allah SWT pun akan menyayangi umatnya.

Siti Hardijanti Rukmana atau Mbak Tutut, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, dan Siti Hutami Endang Adiningsih atau Mamiek Soeharto pada pengajian silaturahmi ibu-ibu BKMT DKI Jakarta di rumah Pak Harto, Jalan Cendana 8, Menteng, Jakarta, Rabu (11/7/2018). Foto : Sri Sugiarti.

“Doa memiliki kekuatan yang sangat dahsyat. Kita harus terus berdoa supaya Allah SWT menjaga negara Indonesia tetap jaya, adil, makmur, dan gemah limpah loh jinawi,” ucap istri Indra Rukmana tersebut.

Mbak Tutut pernah tampil bersama (alm) Tuty Alawiyah di dalam kabinet pembangunan dimasa pemerintahan Pak Harto. Meski hanya tiga bulan merajut kerja dalam kabinet, Tutut menyebut, kenangannya bersama Ibu Tuty tak terlupakan. “Beliau bersama saya dalam kabinet cuma tiga bulan waktu itu. Tapi kita jadi teman akrab dan mitra,” ujarnya.

Mbak Tutut mengaku bangga terhadap Ibu Tuty, karena jasanya memperjuangkan perempuan Indonesia. Doapun senantiasa dihaturkan untuk almarhumah Tuty. Dalam doanya, Mbak Tutut menghaturkan kepada Allah SWT, agar almarhumah diampuni seluruh dosanya, dimaafkan salahnya, diterima amal ibadah dan diperlancar jalannya untuk menuju surga.

“Satukan beliau semuanya di surga Allah SWT bersama dengan orang yang Allah SWT cintai. Insya Allah kita yang ditinggalkan diberikan kekuatan untuk melanjutkan cita-cita mereka,” tutupnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.