Mbak Tutut: Tuty Alawiyah Istiqomah Angkat Harkat Perempuan

Editor: Makmun Hidayat

1.763

JAKARTA — Siti Hardijanti Rukmana atau Tutut Soeharto yang familiar dipanggil Mbak Tutut, mengaku bangga dengan Tuty Alawiyah. Sosok perempuan dengan semangat tinggi berupaya mengangkat harkat martabat perempuan Indonesia.

Menurut Tutut, almarhumah Ibu Tuty yang juga pendiri Universitas Islam As-Syafi’iyah dan Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) sangat istiqomah memperjuangkan harkat perempuan.

“Beliau itu sangat istiqomah dalam mengangkat harkat perempuan Indonesia. Saya dan Ibu Tien sangat mengagumi beliau,” ucapnya pada di hadapan ibu-ibu anggota BKMT pada silaturahmi di rumah Pak Harto di Jalan Cendana, Menteng, Jakarta, Rabu (11/7/2018).

Dalam upaya meningkatkan kualitas perempuan Indonesia, sebut Tutut, Ibu Tuty telah sukses menghantarkan banyak perempuan Indonesia berbakti membangun bangsa dan negara.

Tutut berharap putra dan putri almarhumah Tuty bisa meneruskan perjuangan yang telah dirintisnya mengangkat harkat perempuan Indonesia melalui majelis taklim dan pendidikan.

Menurut putri sulung Presiden Soeharto, perempuan itu tiang negara yang menjadikan bangsa ini maju dan jaya. Dalam berkarir, kata Tutut, hendaknya perempuan jangan menjadi pesaing kaum pria.

“Bersaing dengan pria, nggak baik itu. Perempuan sebagai pendamping ya, tapi harus jalan bersama. Itu yang disampaikan Ibu Tuty pada saya,” kata Tutut.

Perempuan ramah kelahiran 69 tahun ini meyakini kalau ibu-ibu BKMT memiliki semangat juang yang diwarisi almarhumah Tuty Alawiyah, utamanya dalam dunia pendidikan. Mengingat kata Tutut, ibu-ibu BKMT juga memiliki buah hati yang harus dibekali pondasi pendidikan agama.

BKMT menurut Tutut, adalah wadah untuk membuat generasi muda tampil menjadi insan-insan yang bisa bertanggung jawab kepada bangsa dan negara di masa depan.

Dengan pondasi pendidikan pertama dari keluarga, dia meyakini anak-anaknya akan menjadi manusia yang tampil prima dalam segala hal.

Selain pendidikan, seorang ibu juga harus menerapkan sikap disiplin kepada anaknya. Karena menurutnya, keberhasilan atau kesuksesan seorang anak itu didasari oleh sikap disiplin. Seperti, disiplin belajar agama, sekolah dan bekerja.

“Jiwa disiplin yang dilandasi iman dan takwa, tidak ada korupsi muncul. Jadi semua itu terhantar dari iman dan takwa kita sebagai perempuan atau ibu dalam mendidik anak di rumah,” tutupnya.

Baca Juga
Lihat juga...