Mei 2018, Jumlah Kunjungan Wisman ke Sumbar, Turun 30 Persen

Editor: Koko Triarko

336
Kepala BPS Provinsi Sumatera Barat, Sukardi/ Foto: M. Noli Hendra
PADANG – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Barat, mencatat jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke provinsi tersebut melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM) pada Mei 2018, mencapai 2.995 orang.
Jumlah itu mengalami penurunan sebesar 30,12 persen, dibandingkan April 2018, yang tercatat sebanyak 4.286 orang.
Kepala BPS Provinsi Sumatera Barat, Sukardi, menjelaskan, meski terjadi penurunan wisman ke Sumatera Barat dari April ke Mei, namun ada yang menarik dari nagara yang sebelumnya tidak begitu mendominasi kunjungan wisman ke Sumatera Barat, yakni Negara Australia.
“Kalau yang paling besar itu tetap wisman asal Malaysia, yakni mencapai 1.954 orang pada Mei 2018. Tapi, kalau dibandingkan pada sebelumnya, April 2018, posisi kedua jumlah wisaman yang datang ke Sumatera Barat ditempati wisman asal Singapura. Sementara Australia hanya 275 orang atau berada di posisi ketiga pada urutan jumlah wisman ke Sumatera Barat,” katanya, Senin (2/7/2018).
Ia mengaku, penyebab turunnya jumlah wisman asal Singapura ke Sumatera Barat, jelas akibat ditutupnya rute penerbangan dari Padang – Singapura yang mulai diberlakukan pada 17 Mei 2018. Sehingga pada perhitungan BPS, Mei masih tercatat 185 wisman ke Sumatera Barat.
Setelah diputusnya akses terbang langsung yang menggunakan maskapai AirAsia pada 17 Mei 2018 itu, tidak membuat Sumatera Barat sepi kunjungan wisman. Buktinya, wisman asal Australia terbilang mendominasi ke Sumatera Barat, dengan jumlah wisman pada Mei sebanyak 306 orang.
“Wisman asal Australia ini sebenarnya secara jumlah juga banyak datang ke Sumatera Barat. Hanya saja masih sebagian kecil, tapi kalau sekarang memang terlihat jumlahnya meningkat. Terhitung dari Januari-Mei wisman asal Australia datang ke Sumatera Barat mencapai 879 orang,” katanya.
Menurut Sukardi, wisman asal Australia yang datang ke Sumatera Barat ini biasa langsung menuju Kabupaten Kepulauan Mentawai. Sebab, di sana para wisman lebih senang melakukan surfing, termasuk wisman asal Australia, maupun wisman dari negara lainnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat, Oni Yulfian, mengatakan, dengan adanya penutupan rute penerbangan Padang – Singapura itu, turut berpengaruh pada jumlah kunjungan wisman ke Sumatera Barat, namun hanya dalam presentasi yang kecil. Selain itu, adanya penutupan rute itu, membawa dampak positif untuk rute perbangan Padang – Kuala Lumpur Malaysia.
“Tiga bulan yang lalu, AirAsia menambah rute penerbangan dari Kuala Lumpur – Padang, dari dua kali penerbangan, naik menjadi tiga kali penerbangan. Hal ini dikarenakan cukup banyak wisman asal Malayasia ke Sumatera Barat,” sebutnya.
Meski penerbangan Padang – Singapura kini telah resmi ditutup, kata Oni, ke depan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat akan melakukan promosi wisata ke Singapura. Hal itu dilakukan, agar wisman di Singapura secara jumlah lebih banyak datang ke Sumatera Barat.
“Mungkin selama ini sedikitnya wisman asal Singapura ke Sumatera Barat, karena promosi wisata Sumatera Barat yang masih minim di Singapura. Jadi, ke depan, promosi wisata perlu kita tingkatkan lagi,” tegasnya.
Baca Juga
Lihat juga...