Mengenal Fuu, Alat Musik Suku Asmat Papua

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

273

JAKARTA — Papua memiliki ragam alat musik tradisional yang memiliki fungsi masing-masing, salah satunya Fuu. Suara alat musik berbahan bambu ini begitu merdu terdengar manakala ditiup oleh seorang seniman Papua bernama Rimba Wabise, di stand pameran museum pada peringatan Hari Anak Nasional (HAN) yang digelar Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Minggu (29/7/2018).

Museum Asmat tampil memeriahkan HAN dengan memamerkan alat tradisional di antaranya Fuu dan Tifa. Suara merdu Fuu terdengar begitu mengetarkan hati membuat pengunjung mendekati dan menyimak dengan tatapan mata terpukau.

“Mari kalau mau belajar musik Fuu, memainkannya mudah dengan cara ditiup pada bagian yang berlubang,” kata Rimba.

Dia menjelaskan, Fuu ini adalah alat musik tradisional suku Asmat yang terbuat dari jenis bambu hitam. Fuu digunakan memanggil para penduduk agar berkumpul pada upacara ritual, upacara bakar batu, dan lainnya.

Fuu juga digunakan untuk berburu binatang di hutan. Caranya, jelas Rimba, sebelum masuk ke dalam hutan, sebagian penduduk atau orang terlebih dulu penduduk naik ke pohon untuk meniupkan Fuu.

“Dengan meniup Fuu, tujuannya agar binatang menghampiri. Jadi fungsi Fuu ini untuk memanggil binatang juga,” kata Rimba kepada Cendana News ditemui di pelataran Candi Bentar TMII, Jakarta, Minggu (29/7/2018).

Setelah terlihat binatang mendekati suara Fuu, barulah penduduk membawa senjata seperti panah dan tombak untuk berburu binatang tersebut.

Setelah mendapatkan buruan, kata Rimba, yakni saat turun dari hutan, Fuu ini kembali ditiupkan lagi menandakan berhasil berburu binatang seperti babi dan rusa.

Suara nyaring Fuu yang ditiupkan pertanda juga agar penduduk berkumpul menyambut kedatangan para pemburu dengan kegembiraan. Hingga akhirnya bisa menyantap bersama binatang buruan dengan aroma masakan yang nikmat.

Selain digunakan untuk memanggil penduduk dan binatang buruan, menurutnya, Fuu juga digunakan untuk mengiringi tarian tradisional Papua, seperti Yospan.

Tarian Yospan difungsikan sebagai tarian bersifat hiburan untuk mengisi berbagai acara, baik acara adat, penyambutan tamu, dan gelaran budaya tradisi.

Tarian dengan iringan musik Fuu ini, sebut Rimba, dimaknai sebagai tarian pergaulan atau tarian persahabatan masyarakat, terutama bagi para pemuda dan pemudi dengan gerak dan ekpresi keceriaan.

Dalam gelaran seni budaya Papua, Fuu ini merupakan paduan antara bentuk suling dan tabung. Karena bentuknya gempal dan berlubang pada ujungnya.

Seniman Papua, Rimba Wabise sedang membuat alat musik tradisi suku Asmat yaitu Fuu pada pameran museum dalam peringatan HAN yang digelar TMII di pelataran Candi Bentar TMII, Jakarta, Minggu (29/8/2018). Foto : Sri Sugiarti.

Menurutnya, Fuu ini biasa dimainkan berkolaborasi dengan alat musik Papua lainnya, yaitu Tifa yang berbahan kayu dengan ukiran khas suku Asmat.

Adapun cara membuat Fuu, jelas Rimba, adalah terlebih dahulu potong bagian tengah bambu tepat di bagian mata-matanya. Bentuk bambu ini antara kedua ujungnya harus berlubang. Setelah terpotong, bambu itu lalu dibersihkan. Lalu bambu itu dipukul-pukul dulu untuk mengetahui suaranya bagus atau tidak.

“Dari pukulan itu akan ketahuan suara bambu itu bagus atau tidak jika dijadikan alat tradisional Fuu. Kalau bambunya tipis, suaranya lebih bagus ” kata pria kelahiran 42 tahun lalu ini.

Setelah diketahui kemerduan suaranya, barulah salah satu bagian ujung dari bambu itu dipahat dengan alat khas untuk memudahkan meniupnya.

“Cara buatnya mudah, tidak sampai sehari, cuma 30 menit. Kalau ditambah ukiran Asmat, bisa satu jam,” ujar Rimba.

Bahan yang dipakai untuk membuat Fuu adalah jenis bambu hitam. Begitu ukiran pada Fuu adalah ciri khas Asmat. Seperti ukiran angka tiga terbalik, kata Rimba, melambangkan aliran sungai yang melingkar di pesisir suku Asmat sungai.

Rimba menegaskan, bersama alat musik tradisional khas Papuan lainnya seperti tifa, biasanya Fuu ini dimainkan menjadi paduan harmonisasi yang memberikan warna tersendiri pada ciri khas musik Papua.

“Alat musik Fuu adalah identitas Papua yang harus dilestarikan keberadaannya,” pungkas Rimba.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.