Mensos Pastikan Bantuan untuk Pengungsi Gunung Agung Terjamin

Editor: Satmoko Budi Santoso

278

KARANGASEM – Untuk memastikan kebutuhan pengungsi Gunung Agung terpenuhi, Menteri Sosial Idrus Marham melakukan kunjungan ke beberapa posko pengungsian di Kabupaten Karangasem.

Seperti yang terlihat di posko pengungsian di Banjar Dinas Pesangkan, Desa Duda Timur Kecamatan Selat, Karangasem, misalnya. Idrus menyambangi satu persatu para pengungsi yang ada di tempat yang dihuni sebanyak 231 warga tersebut. Tak lupa ia juga melihat dapur umum yang menyediakan kebutuhan makanan bagi para pengungsi.

Di hadapan para pengungsi, Idrus Marham meminta kepada semua pihak terutama kepada pihak Dinas Sosial baik dari provinsi maupun di tingkat kabupaten untuk memperhatikan kebutuhan bagi para pengungsi. Artinya kebutuhan tersebut harus terjamin. Kebutuhan yang mendesak seperti makanan, pakaian serta obat-obatan.

“Itu semua arahan dari bapak Presiden Jokowi. Beliau meminta kebutuhan tersebut harus merata bagi semua warga. Intinya kami mendorong peran serta semua pihak agar memonitor kebutuhan warga,” ucap Idrus Marham, Sabtu (7/7/2018) sore.

Menteri Sosial Idrus Marham saat melihat dapur umum di Banjar Dinas Pesangkan, Desa Duda Timur Kecamatan Selat, Karangasem Bali.- Foto: Sultan Anshori.

Tahap ini pihak Kementerian Sosial mengucurkan setidaknya 156 juta untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi. Bahkan pihaknya mengaku sudah siap jika sewaktu-waktu ada permintaan yang lebih karena kebutuhan yang memang mendesak.

Dirinya juga mengingatkan akan kualitas bantuan yang diberikan kepada para pengungsi harus sesuai standar. Artinya bantuan yang diberikan memang layak bagi para pengungsi.

“Oleh sebab itu, saya me-wanti-wanti betul kepada pemerintah daerah agar memberikan bantuan yang terbaik untuk warga kita. Jangan sampai beras yang sudah 5 bulan dibagikan kepada para pengungsi untuk dikonsumsi. Itu kan tidak sehat karena mulai banyak kutunya. Nanti akan timbul masalah baru lagi,” ujar politisi dari Partai Golkar ini.

Ia juga meminta pemanfaatan balai-balai banjar difungsikan dengan sebaik mungkin. Karena jika semuanya diarahkan ke posko pengungsian ditakutkan akan terjadi over capacity. Berimbas terhadap pelayanan. Jika masyarakat tersebut berada di banjar maka lebih enak koordinasinya. Artinya di sana sudah terdaftar, baik berapa jumlah pengungsi dan kebutuhan apa yang kurang.

“Kalau semua datang di sini (posko) resmi takut tidak merata. Toh sama saja di Banjar dan di sini,” pungkas pria asli Sulawesi ini.

Sementara itu, pengungsi yang berada di tempat pengungsian di Banjar Dinas Pesangkan, Desa Duda Timur Kecamatan Selat, ada yang sudah sejak tiga hari yang lalu. Ia mengaku terpaksa mengungsi dikarenakan jarak rumah atau desanya dengan Gunung Agung hanya  sekitar enam kilometer.

Ia mengaku, selama berada di pengungsian, bantuan baik makanan maupun alat-alat lain seperti selimut dan matras sudah terpenuhi. Hanya saja yang dibutuhkan kurangnya obat-obatan seperti obat batuk, demam, dan pilek.

“Terutama obat-obatan untuk anak-anak Mas, karena di tempat ini yang membawa anak-anak saat mengungsi cukup banyak dan juga orang tua,” demikian tutur Kadek Budiana, pengungsi dari Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Karangasem.

Ia berharap kondisi Gunung Agung cepat normal agar ia dan keluarganya serta masyarakat di desanya bisa kembali pulang untuk beraktivitas seperti biasa.

“Kami belum tahu sampai kapan berada di sini Mas, karena belum ada instruksi untuk pulang,” tegasnya.

Sebelumnya, Menteri Idrus juga sempat mengunjungi pos pemantau Gunung Agung di Rendang. Kunjungannya kali ini diakhiri dengan mengunjungi posko utama di Tanah Ampo Karangasem Bali.

Di posko tersebut menteri juga memberikan bantuan secara simbolis kepada pihak Dinas Sosial Kabupaten Karangasem Bali berupa sembako dan kebutuhan lain bagi para pengungsi Gunung Agung.

Seperti yang diketahui, saat ini jumlah warga yang mengungsi akibat erupsi Gunung Agung sebanyak 4385 warga. Mereka mengungsi ke beberapa titik pengungsian di Karangasem. Hingga saat ini, status Gunung Agung masih dalam kondisi siaga atau di level III.

Baca Juga
Lihat juga...