Menteri PDTT: Dana Desa Tidak Hanya untuk Belanja Fisik

Editor: Mahadeva WS

282

GIANYAR – Dana desa memiliki peran strategis yaitu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Dalam pelaksanaannya, dana desa memprioritaskan 3 hal utama, yaitu tenaga kerja setempat, bahan baku dan swakelola.

“Di 2018 ini,pelaksanaan dana desa di Kabupaten Gianyar diterapkan mekanisme Program Padat Karya Tunai (PKT),” ungkap Pj. Bupati Gianyar I Ketut Rochineng saat menerima kunjungan kerja Menteri Desa,Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI Eko Putro Sandjojo Jumat, (6/7/2018).

Salah satu manfaat dana desa bagi desa adalah terjadinya perluasan lapangan pekerjaan dan penciptaan tambahan pendapatan bagi tenaga kerja lokal. Untuk Kabupaten Gianyar, di 2018 ini, dana desa yang dialokasikan secara keseluruhan berjumlah Rp51,971 Miliar untuk 64 desa. Sedangkan dana program PKT dialokasikan sebesar Rp38,361 miliar lebih.

Dana desa yang telah disalurkan sampai dengan bulan Juni 2018 di Kabupaten Gianyar mencapai Rp31 miliar. Khusus untuk Desa Singakerta, di 2018 mendapat dana desa sebesar Rp1.506 miliar. Sedangkan untuk program PKT dilaksanakan untuk 11 kegiatan dengan dana Rp980 juta.

“Penggunaan dana desa diarahkan untuk mendukung program satu desa satu produk unggulan, sejalan dengan apa yang dicanangkan di Kabupaten Gianyar,” jelas I Ketut Rochineng.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI Eko Putro Sandjojo mengatakan, bahwa penggunaan dana desa tidak hanya bisa digunakan untuk pembangunan fisik atau infrastruktur saja. dana desa bisa dimanfaatkan untuk kegiatan lain seperti misal pengentasan kemiskinan, kesehatan maupun pengelolaan lingkungan hidup.

Misalkan saat ini yang lagi tengah disorot adalah penanganan masalah stunting. Termasuk juga bisa digunakan program kegiatan kesehatan seperti peningkatan kebutuhan gizi, sehingga kasus stunting dapat ditekan. “Bahkan dana desa juga bisa digunakan untuk pengelolaan sampah di desa melalui bank sampah. Bank sampah yang dibentuk dengan dana desa bisa dikelola sehingga menghasilkan penghasilan bagi desa,” ucap Menteri Eko.

Pada kesempatan itu Menteri Eko juga mengapresiasi keberhasilan Pemkab Gianyar karena dana desa sudah dicairkan, untuk tahap pertama dan tahap kedua. Ini merupakan keberhasilan tersendiri, dimana ada daerah lainnya ada yang belum melakukan pencairan tahap kedua.

“Dan mudah mudahan sudah tersalurkan ke desa desa penerima hingga seratus persen, dan sekilas saya melihat di kabupaten Gianyar pembangunan infrastruktur di desa-desa sudah sangat bagus, jadi penggunaan dana desa bisa diarahkan ke non fisik,” kata Menteri Eko Putro.

Ketut Wendra salah seorang perbekel desa di Kecamatan Ubud mengatakan, pihaknya mengaku tidak takut lagi dan lebih paham terkait peruntukan dana desa. Ia mengaku berterima kasih karena dana desa betul-betul sangat bermanfaat bagi warga desa. “Saya berharap program dana desa besarannya semakin ditingkatkan karena tentu akan lebih banyak bermanfaat lagi mas,” tandasnya.

Pada kesempatan kunjungan Menteri Eko juga mengunjungi sejumlah proyek pembangunan padat karya tunai yang dananya bersumber dari dana desa. Diantaranya pembangunan perbaikan dan pemeliharaan saluran irigasi beton Subak Mandi Delod Tukad, Desa Singakerta Ubud, sepanjang 64 m2 (337 m) dengan dana Rp. 78,364,850.

Perbaikan jalan lingkungan dengan paving di Desa Sayan Ubud sepanjang 2422 m2 dengan biaya Rp. 461,204,650. Pembangunan penangkaran burung Kokokan Br. Petulu Gunung sebanyak 1 unit, dengan total biaya Rp.259,357,650.

Baca Juga
Lihat juga...