Merantau ke Malaysia Sudah Mentradisi di Flotim

Editor: Koko Triarko

178
LARANTUKA – Merantau bagi warga kabupaten Flores Timur (Flotim), baik yang berasal dari Pulau Solor, Adonara maupun Flores daratan, sudah menjadi tradisi yang berlangsung lama sejak 1960-an, dan terus terjadi hingga kini, terutama dengan menjadi tenaga kerja di Malaysia.
“Merantau memang sudah menjadi kebiasaan, apalagi merantau dan bekerja di Malaysia maupun menetap di Negeri Jiran tersebut. Namun, hampir semua warga Flotim yang berangkat dan menjadi Tenaga Kerja Indonesia di Malaysia berangkat secara ilegal,” sebut Noben da Silva, Aktivis Buruh dan HAM, Senin (16/7/2018).
Wakil Bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli, SH. -Foto: Ebed de Rosary
Saat berbicara di hadapan masyarakat Desa Ritaebang, Kecamatan Solor Barat, Noben, sapaannya, mengatakan, selama menjadi aktivis buruh, dirinya sudah memulangkan 72 jenazah TKI asal Flores yang hampir semuanya berangkat secara ilegal ke Malaysia.
“Baru kemarin saya memulangkan satu jenazah TKI Ilegal asal Adonara, yang meningghal di Malaysia. Kondisi ini sangat memprihatinkan, padahal pihaknya sudah berulangkali menjelaskan tentang prosedur bekerja di luar negeri secara legal atau resmi, namun masyarakat tidak mengindahkan,” sesalnya.
Padala, tandas Noben, dalam setiap kesempatan bertemu masyarakat, bahkan saat berbicara di hadapan masyarakat desa yang warganya meninggal di Malaysia, pihaknya selalu memberikan penyadaran kepada masyarakat. Namun sepertinya masyarakat masih tergiur bujuk rayu calo di Nunukan, Kalimantan Utara, yang menawarkan prosedur mudah ke Malaysia lewat jalur ilegal.
“Pemerintah kabupaten Flotim sudah ada kerja sama dengan Pemda Nunukan soal buruh migran, namun semuanya itu belum mendapatkan hasil nyata. Hampir 95 persen masyarakat Flotim yang bekerja di Malysia pasti melewati jalur ilegal, dan selalu dideportasi, bahkan dipenjara di Malaysia, karena tidak memiliki dokumen resmi”, ungkapnya.
Mirisnya lagi, jelas Noben, calo TKI di Nunukan tersebut juga merupakan warga asli Flores yang telah lama menetap di Nunukan, dan selalu melaksanakan aksinya setiap hari. Mereka mengubah nama TKI dan membuat KTP, KK dan paspor baru, sehingga saat ada kasus dan TKI meninggal dunia, sulit dilacak.
“Kami sering sekali mengalami kesulitan melacak nama dan asal daerah TKI yang meninggal di Malaysia, sebab nama dan asal daerah mereka dipalsukan. Kami berharap, pemerintah mengambil langkah tegas memberantas calo TKI yang menjadi pelaku human trafficking atau perdagangan manusia,” tegasnya.
Wakil Bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli, SH., pun mengakui hal ini dan dirinya sangat mengetahui proses menjadi TKI ilegal di Malaysia Timur. Sebab, dirinya pernah menjadi TKI di Malaysia selama beberapa tahun untuk mencari dana membiayai kuliahnya.
“Pemda Flotim selalu mengimbau kepada masyarakat, agar menggunakan prosedur resmi dan melengkapi dokumen, bila ingin bekerja di luar negeri, terutama di Malaysia. Namun, sepertinya masyarakat sudah menganggap biasa dan masih berangkat ke luar negeri secara ilegal,” sebutnya.
Kejadian ini, kata Agus, sapaannya, membuat Pemda Flotim kesulitan bila mencari tahu alamat dan asal daerah TKI tersebut, ketika mendapat kendala seperti kecelekaan kerja atau meninggal dunia. Tiga TKI yang meninggal di Sebatik bulan Juni lalu, pun sulit dilacak asal daerahnya, sebab identitas mereka sudah dipalsukan.
“Untuk mengatasi hal ini, pemerintah Flotim lewat misi memberdayakan anak muda mulai membuat program kerja dengan memberikan pelatihan dan modal bagi generasi muda untuk bisa berusaha. Dengan begitu, mereka tidak mempunyai keinginan mencari uang di Malaysia, sebab lapangan pekerjaan di desa mereka tersedia,” terangnya.
Selain itu, tambah Agus, Pemda Flotim mendorong agar setiap desa harus memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), agar bisa melakukan aktivitas usaha. Dengan begitu, akan menyerap tenaga kerja di desa untuk mengelola dan bekerja di BUMDes tersebut, sekaligus kehadiran badan usaha ini bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.