Meski Nilai Jual Tinggi, Petani Enggan Tanam Padi Ketan

Editor: Koko Triarko

243
YOGYAKARTA – Meski memiliki nilai jual lebih tinggi dibanding padi biasa, padi jenis beras ketan hingga saat ini masih jarang diproduksi. Hal ini salah satunya disebabkan para petani lebih memilih menanam padi agar bisa dikonsumsi sendiri. 
“Para petani kebanyakan memilih menanan padi, karena bisa dikonsumsi untuk kebutuhan makan sehari-hari. Kalau beras ketan kan tidak bisa. Jadi, para petani enggan menanam beras ketan,” ujar Ketua Kelompok Tani Dusun Sumber Batikan, Trirenggo, Bantul, Ambyah.
Menurut Ambyah, dari sisi nilai jual, komoditas beras ketan memiliki harga jauh lebih tinggi dibandingkan beras biasa. Harga jual beras ketan saat ini berkisar antara Rp14 ribu per kilogram. Sementara harga jual padi biasa hanya berkisar Rp8.000 per kilogram.
“Saat sedang bagus-bagusnya, harga jual beras ketan bahkan bisa mencapai Rp20 ribu lebih per kilogram. Jadi, jauh lebih tinggi dibandingkan harga jual beras biasa,” ujarnya.
Dari sisi penanaman maupun perawatan, Ambyah menyebut padi biasa dan padi beras ketan membutuhkan perlakuan yang sama. Tidak ada perbedaan, baik dari cara pengolahan tanah, pembibitan, pemupukan, penanggulangan hama penyakit hingga proses panen.
“Yang membedakan hanya jenis bibitnya saja. Untuk cara penanaman mulai dari pembibitan sampai panen sama persis,” katanya.
Untuk mendorong produksi beras ketan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di daerahnya, Ambyah pun mengaku terus mendorong para petani, agar mau menanam beras ketan. Yakni dengan cara menanam sebagian lahan pertanian yang dimiliki dengan komoditas beras ketan.
“Kita dorong sebagian lahan agar ditanam beras ketan. Sehingga masih ada lahan yang ditanam padi biasa untuk mencukupi kebutuhan makan sehari-hari. Walaupun sebenarnya bisa saja seluruh lahan ditanam beras ketan. Nanti setelah panen, seluruh hasil beras ketan dijual untuk dibelikan beras biasa,” katanya.
Pada musim tanam kali ini, sejumlah petani di kawasan Bantul, mulai memanen padi beras ketan. Padi beras ketan ini biasa ditanam di musim kemarau, karena akan cenderung roboh jika ditanam di musim penghujan. Dari hasil panen di dusun Sumber Batikan, Trirenggo Bantul, hasil beras ketan yang diproduksi cukup bagus.
“Hasilnya cukup bagus, untuk lahan seluas 10 meter persegi, bisa didapat 10 kilogram gabah kering panen beras ketan,” ujarnya.
Baca Juga
Lihat juga...