Minimalisir Penggundulan, Lahan Persemaian Permanen Tambah Produksi Bibit

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

251

LAMPUNG — Produksi bibit persemaian permanen Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Way Seputih Way Sekampung (BPDAS WSS) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terus ditingkatkan.

Hal tersebut dibenarkan oleh Slamet, Manajer Persemaian Permanen BPDAS WSS di desa Karangsari kecamatan Ketapang kabupaten Lampung Selatan. Penambahan produksi bibit bertujuan untuk konservasi lahan sekaligus mencegah penggundulan lahan untuk lahan pertanian.

Peningkatan produksi bibit dari 2015 sekitar 1 juta batang meningkat menjadi 2 juta batang hingga akhir 2017 dan 2,5 juta batang untuk 2018. Produksi meliputi jenis tanaman kayu kayuan dan Multi Purposes Trees Species (MPTS).

produksi bibit
Slamet (kiri) manajer persemaian permanen BPDAS WSS KLHK di desa Karangsari Lampung Selatan [Foto: Henk Widi]
Jenis tanaman kayu yang disediakan gratis bagi masyarakat umum, petani, organisasi pegiat lingkungan, instansi di antaranya sebanyak 23 jenis tanaman kayu kayuan dan sekitar 22 jenis tanaman MPTS berupa pohon buah.

“Produksi ditambah karena permintaan juga banyak meski sebagian sisa produksi tahun sebelumnya tersedia, tujuannya agar permintaan bibit bisa terpenuhi,” terang Slamet kepada Cendana News, Rabu (4/7/2018).

Slamet menyebut kesadaran masyarakat untuk melakukan penghijauan dan menjaga kawasan register I Way Pisang masih perlu ditingkatkan. Pasalnya pemanfaatan lahan untuk pertanian terutama penanaman jagung belum sejalan dengan program penghijauan.

Program penghijauan yang dilakukan oleh KLHK melalui BPDAS WSS dilakukan di dua kabupaten di Lampung di antaranya di Tanggamus dan Lampung Selatan.

Permintaan bibit kayu kayuan dan MPTS menurut Slamet didominasi dari sejumlah kabupaten untuk konservasi dan investasi. Upaya meminimalisir penggundulan lahan berbagai jenis tanaman kayu disediakan agar ditanam warga tanpa mengganggu tanaman pertanian.

Sejumlah tanaman kayu yang bisa ditanam di lereng perbukitan di antaranya disediakan Medang 20ribu bibit, pulai 7ribu batang, salam 800ribu batang, damar 30ribu batang dan puluhan jenis pohon kayu tersedia lebih dari 1,7 juta bibit.

“Fokus utama kita pada sejumlah daerah aliran sungai disediakan juga bambu, cempaka dan bayur yang cocok tumbuh di aliran sungai,” terang Slamet.

Berbagai jenis tanaman buah disebutnya cocok ditanam di lahan pertanian sebagai tanaman sela sekaligus penahan longsor. Sebagian didistribusikan ke sejumlah desa yang berada di kawasan perbukitan dan daerah aliran sungai.

“Syarat mendapatkan bibit mudah dan gratis cukup rekomendasi dari kepala desa, peta lahan dan jenis bibit yang akan diminta,”terang Slamet.

Sukiman (36) salah satu warga desa Kelawi kecamatan Bakauheni menyebutkan, jenis tanaman yang diminta dari persemaian permanen BPDAS WSS  di antaranya aren, alpukat, cengkih serta beberapa jenis tanaman lain.

Keberadaan persemaian permanen penyedia bibit gratis disebut Sukiman cukup membantu. Pasalnya selama ini warga kesulitan memperoleh bibit bahkan harus membeli dari penjual.

“Jenis tanaman kayu seperti sengon dan jati ambon bisa dipanen setelah enam tahun, kami tebang untuk dijual dan ditanami lagi,” cetus Sukiman.

Baca Juga
Lihat juga...