MK Berharap Pengganti Maria Farida Indrati, Wakili Perempuan

Editor: Koko Triarko

246
Juru Bicara MK, Fajar Laksono. -Foto: M Hajoran
JAKARTA — Mahkamah Konstitusi (MK) berharap, hakim konstitusi yang akan terpilih menggantikan Maria Farida Indrati, nanti bisa mewakili perempuan. Sesuai dengan komposisi saat ini, sembilan dari hakim konstitusi ada satu perempuan, yakni Maria Farida Indrati, yang di pertengahan Agustus akan pensiun.
“Harapan kita ada keterwakilan perempuan, seperti komposisi saat ini, ada Bu Maria Farida dari sembilan hakim konstitusi. Tapi, kita kan sebagai user, tidak bisa memutuskan dan hanya menerima putusan Presiden,” kata Juru Bicara MK, Fajar Laksono, di Gedung MK, Jakarta, Jumat (6/7/2018).
Menurut Fajar, bukan tidak mungkin hal itu akan terwujud, melihat sembilan calon hakim konstitusi yang lolos tahap tertulis kemarin, enam di antaranya ada perempuan yang memiliki kompetensi yang sangat bagus dan sudah teruji.
“Kalau kita lihat calon yang lolos tahap tertulis kemarin, bukan tidak mungkin pengganti bu Maria Farida adalah perempuan. Melihat enam dari sembilan yang lolos tahap tertulis adalah perempuan, tapi kembali kepada Tim Pansel yang menentukan siapa yang akan diserahkan dan dipilih oleh Presiden,” jelasnya.
Fajar juga mengatakan, kesembilan calon hakim konstitusi yang lolos ke tahap selanjutnya adalah mereka yang memiliki kompetensi yang tidak diragukan lagi di bidang Hukum Tata Negara dan Konstitusi. Terutama dari enam calon yang merupakan perempuan, yang kelakuannya tidak diragukan lagi.
“Apa yang dihasilkan oleh Pansel, semua calon memiliki kompetensi yang bagus dan sudah teruji di bidang Hukum Tata Negara dan Konstitusi. Jadi, siapa pun yang terpilih nanti, itulah yang terbaik di antara para sembilan calon,” sebutnya.
Sebelumnya, anggota Pansel Maruarar Siahaan, menyebutkan, tiga dari sembilan calon hakim MK diusulkan kepada Presiden sebelum Maria Farida pensiun pada 13 Agustus 2018. Rencananya diserahkan pada 30 atau 31 Juli telah melakukan proses seleksi wawancara akhir. Jadi, sekitar tanggal 6 Agustus sudah ada tiga nama yang diusulkan Pansel kepada Presiden.
Sembilan calon hakim yang lolos tahap tes tertulis adalah; 1.Prof. Dr. Anna Erliyana S.H.,M.H. (perempuan) Seorang Guru Besar Tetap Hukum Administrasi Negara di FH UI, 2. Prof. Dr. Enny Nurbaningsih S.H.,M.Hum. (perempuan) saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN), Kementerian Hukum dan HAM dan pengajar Hukum Tata Negara di FH UGM, 3. Dr. Hesti Armiwulan Sochmawardiah S.H.,M.Hum. (perempuan) pengajar Hukum Tata Negara di Universitas Surabaya.
Selanjutnya yang ke-4, Dr. Jantje Tjiptabudy S.H.,M.Hum (laki-laki) merupakan dosen Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara, 5. Dr. Lies Sulistiani S.H.,M.Hum (perempuan), 6. Prof.Dr. Ni’matul Huda S.H.,M.Hum (perempuan), 7. Prof.Drs. H. Rarno Lukito MA.,DCL (laki-laki), 8. Susi Dwi Harijanti S.H.,LL.M.,Ph.D (perempuan) dan ke-9. Dr. Taufiqurrohman Syahuri S.H.,M.H. (laki-laki). (Ant)
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.