Mochtar Pabottingi: Calon Pemimpin Harus Serap Nilai Warisan Gus Dur

Editor: Mahadeva WS

248
Mochtar Pabottingi (Foto Akhmad Sekhu)

JAKARTA – Para calon pemimpin bangsa di Indonesia harus bisa menyerap warisan nilai dari almarhum Gus Dur. Sosok Gus Dur, tidak bisa tergantikan oleh siapapun dalam upaya penguatan ikatan kebangsaan di Indonesia.

Peneliti Utama bidang perkembangan politik nasional di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Mochtar Pabottingi menyebut, semasa hidupnya, Gus Dur telah berusaha menguatkan ikatan kebangsaan. Hal itu dilakukan dengan memberi penghormatan tinggi kepada para minoritas yang hidup di Indonesia.

“Sosok Gus Dur tidak tergantikan, betapa kita amat sangat kehilangan. Karena ikatan kebangsaan kita sekarang telah dicabik-cabik melalui jalur demokrasi,” paparnya dalam peluncuran buku Hari-Hari Terakhir Bersama Gus Dur karya Bondan Gunawan, Rabu (25/7/2018) malam.

Sistem demokrasi di Indonesia yang saat ini dapat mengancam persatuan bangsa dinilainya, sebagai hal yang sangat ceroboh dan naif. Karena itulah, menurut Lelaki kelahiran Bulukumba, Sulawesi Selatan tersebut, Indonesia perlu pemimpin seperti sosok Gus Dur. Nilai-nilai warisan Gus Dur harus diserap para calon pemimpin bangsa. “Kita merasa sangat kehilangan sosok Gus Dur. Ketika naluri politik yang liar dan mengharu birukan suasana politik identitas, kita merasakan ketidakhadiran Gus Dur,” tandasnya.

Ketiadaan Gus Dur sebagai tokoh pluralisme, dinilainya belum disusul dengan kemunculan intelektual Islam yang mampu mengemukakan keislaman dan kebangsaan sekuat Gus Dur. “Kita semua tentu tahu, Gus Dur adalah orang yang paling lantang dan paling jujur membela kemajemukan,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...