Molindo Gandeng UM Wujudkan Zero Waste

Editor: Mahadeva WS

253

MALANG – Produsen ethanol di Malang, Jatim menggandeng Universitas Negeri Malang (UM) untuk melaukan pengolahan limbahnya. Kandungan gula dan garan yang ada di limbah dipastikan dapat merusak lingkungan.

Direktur utama PT Molindo Raya Industrial (MRI) Arief Goenadibrata menyebut, saat ini setiap hari perusahaannya menghasilkan 1,2 juta liter limbah cair. Limbah tersebut harus diolah agar tidak merusak lingkungan.

“Saat ini kami baru mengelolanya sebatas dengan cara di bakar hingga berbentuk abu sehingga abunya tersebut bisa dijadikan sebagai pupuk untuk dimanfaatkan lagi oleh petani tebu,” ungkapnya usai penandatanganan nota kesepahaman dengan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA UM), Senin (16/7/2018).

Namun menurutnya, pemanfaatan limbah tidak hanya sebatas dijadikan pupuk. Masih banyak produk yang bisa dihasilkan dari limbah ethanol. “Oleh karena itu kami ingin bekerjasama dengan pihak akademisi dari UM untuk menjadi mitra riset agar bisa ditemukan manfaat lainnya dari limbah ethanol,” tambahnya.

Dekan FMIPA UM Markus Diantoro mengaku siap membantu terwujudnya green industri zero waste yang diimpikan PT MRI. “Kita membantu mewujudkan zero waste, dengan menjadikan limbah dari MRI menjadi berbagai produk seperti pakan ternak, pupuk dan digunakan sebagai energi pengganti batu bara,” terangnya.

Hanya saja, karena bahan bakunya adalah limbah, meskipun sudah diolah tetap akan keluar kotoran-kotoran baru yang tidak bisa berubah menjadi alkohol atau ethanol, sehingga bisa dijadikan sebagai pakan ternak. Dari riset yang dilakukan, ada kandungan beberapa macam unsur seperti Kalium yang bisa dijadikan pupuk, Kalsium sulfat untuk gift.

“Dan selanjutnya kalau kita bisa menggunakan energinya untuk energi pabrik, maka akan bisa mengurangi penggunaan batu bara. Sehingga secara alam kita tidak menggunakan energi fosil lagi,” tandasnya.

Markus menyebut, pada prinsipnya tidak akan ada satu tetes limbah-pun yang di buang ke lingkungan. Semuanya bisa dimanfaatkan dan memiliki nilai ekonomi jika dikembangkan dengan baik.

Rektor UM AH Rofi’uddin menyebut, laboratorium mineral dan material UM akan semakin maju. Tidak hanya menjadi laboratorium akademik tetapi juga menjadi laboratorium sosial. “Nantinya pasti akan ada kajian dan penelitian terkait limbah tersebut untuk kemudian di implementasikan sehingga bisa dimanfaatkan lebih banyak lagi,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...