MUI: Koperasi Potensial Memutus Mata Rantai Kesenjangan

174
Ketua Umum MUI, KH Ma'ruf Amin. Foto : Sri Sugiarti.

JAKARTA — Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin menilai koperasi sangat potensial untuk menjalankan peran sebagai pemutus mata rantai kesenjangan sosial dan pendapatan di masyarakat.

“Koperasi merupakan wadah kelembagaan yang cocok untuk pemberdayaan sehingga saya menyarankan pembentukan koperasi ini untuk menindaklanjuti upaya menghilangkan kesenjangan, dan pemberdayaan ekonomi umat,” kata Ma’ruf Amin di Jakarta, Rabu (11/7/2018).

Ia mendorong koperasi di Indonesia meningkatkan kualitas sejalan dengan program pemerintah yakni Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah yang berupaya meningkatkan kualitas koperasi di Tanah Air dari waktu ke waktu.

Ma’ruf mengatakan ingin masyarakat turut serta mendukung pemerintah untuk terus menjadikan koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional.

Menurut dia, dengan koperasi, perekonomian Indonesia tidak akan mudah digoyahkan oleh pengaruh eksternal ekonomi global.

“Dengan kuatnya ekonomi umat melalui koperasi, perekonomian kita tidak akan mudah dipengaruhi kondisi pasar global yang tidak menentu,” katanya.

Sementara itu, wartawan dan presenter televisi Andy F. Noya yang mengaku semula ragu koperasi mampu mengambil peran pada era digital kini justru semakin meyakini koperasi sangat potensial.

“Banyak pertanyaan mengenai posisi koperasi pada era digital pada era milenium yang sering saya terima. Tetapi setelah berkomunikasi atau sering berkomunikasi dengan Menteri Koperasi dan UKM, saya melihat bagaimana peran koperasi pada era kekinian, jadi saya tadinya ragu tapi sekarang saya melihat peran koperasi terhadap zaman bisa menjadi tumpuan terutama bagi anak-anak muda, bagi UKM, bagi mereka yang ingin memulai usaha,” katanya.

Ia juga berpendapat bahwa bentuk koperasi adalah salah satu pilihan yang menarik.

“Saya pribadi sekarang mulai tertarik pada koperasi karena saya ingin tinggal di desa di mana desa ini saya yakini bisa bergerak ekonominya berdasarkan konsep koperasi,” katanya.

Ia mengatakan, sekarang koperasi bukan hanya menghimpun uang kecil tapi bahkan ada koperasi dengan perputaran sampai Rp5 triliun.

“Ini sesuatu yang perlu digalakkan semoga koperasi sebagai soko guru ekonomi kita kembali kepada khittah, kepada prinsip-prinsipnya tanpa mengabaikan bahwa zaman sudah berubah, sekarang eranya era digital,” katanya.

Andy berharap koperasi pada usianya yang ke-71 tahun ini bisa semakin bermanfaat untuk rakyat di Tanah Air.

Baca Juga
Waspadai Jalur Pelabuhan Tikus untuk Selundupkan N... JAKARTA --- Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo, mengkhawatirkan beberapa wilayah rawan atau pelabuhan tikus sering dimanfaatkan sindikat internasional unt...
Kemensos Tuntaskan Transformasi Rastra ke BPNT SURABAYA  - Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita menargetkan pada awal Februari 2019 menuntaskan transformasi Bantuan Sosial Beras Sejahtera (Ras...
Presiden: Perlu Konsolidasi Kuat Hadapi Gejolak Ek... JAKARTA --- Presiden Joko Widodo mengingatkan perlunya koordinasi dan konsolidasi yang kuat antara otoritas fiskal, moneter dan dunia usaha dalam meng...
Kementerian PUPR Buka 1.000 Formasi CPNS JAKARTA --- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membuka kesempatan kepada seluruh putra-putri Indonesia untuk menjadi Calon Pegawai...
KPU: 16 Parpol Serahkan Laporan Awal Dana Kampanye JAKARTA --- Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menyatakan 16 partai politik telah menyerahkan laporan awal dana kampanye untuk Pemilu 2019 sebelum batas a...
Pengamat: Perbesar Anggaran untuk Implementasikan ... JAKARTA --- Pengamat sektor perikanan Abdul Halim menginginkan pemerintah memperbesar alokasi anggaran untuk menjalankan mandat dari Undang-Undang Per...
Paket Hemat, Dana Kampanye Awal Prabowo-Sandiaga R... JAKARTA --- Dana kampanye awal pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dilaporkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI sebesar Rp2 miliar....