MUI: Masjid Tempat Menanamkan Toleransi

Editor: Makmun Hidayat

229

JAKARTA — Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengajak seluruh khatib untuk menjadikan masjid sebagai tempat meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan ketaatan. Dan, juga menanamkan nilai-nilai kasih sayang, toleransi, akhlak mulia, dan cinta tanah air.

“Masjid bukan untuk menebarkan permusuhan, ujaran kebencian, fitnah dan propaganda paham keagamaan yang justru dapat mempertajam perbedaan serta perselisihan,” kata Wakil Ketua Umum MUI, Zainut Tauhid Sa’adi dalam rilisnya yang diterima Cendana News, Selasa (10/7/2018) malam.

MUI, tambah dia, juga mengingatkan kepada seluruh umat Islam untuk waspada dengan adanya kelompok yang secara sistematis, terstruktur, dan masif menyebarkan paham radikalisme dan ekstrimisme. Karena paham tersebut menurutnya, sangat berpotensi memecah belah umat dan mengancam NKRI.

Dia menjelaskan, radikalisme dan ekstrimisme bisa diartikan sebagai paham atau aliran agama yang menginginkan perubahan, baik sosial maupun politik secara cepat dan ekstrim dengan cara kekerasan.

Radikalisme juga seringkali dialamatkan kepada kelompok agama yang menyukai kekerasan. Sehingga tidak jarang menimbulkan gesekan dan konflik horisontal di tengah masyarakat.

Terkait 41 masjid pemerintah yang terpapar paham radikal, MUI mengaku hingga saat ini belum menerima hasil penelitian terkait temuan 41 masjid pemerintah yang terpapar radikal.

Maka, kata Zainut, MUI meminta kepada kementerian, lembaga pemerintah dan BUMN untuk secara serius melakukan pengawasan terhadap masjid yang berada di bawah kewenangannya.

“Agar dipastikan masjid-masjid itu dikelola oleh pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) yang terbebas dari paham radikal dan esktrim,” tegasnya.

Baca Juga
Lihat juga...