Mulai 1 Agustus, Kendaraan Muatan Berlebih Akan Ditilang

159
Truk muatan, ilustrasi - Dok. CDN
JAKARTA – Kementerian Perhubungan mengingatkan, pada 1 Agustus 2018, merupakan dimulainya pengenaan tilang kepada kendaraan yang melebihi angkutan barang dan kelebihan ukuran.
“Kita tidak akan mentolerir lagi ada kendaraan yang kelebihan muatan dan ukuran berada di jalanan, karena merusak jalan dan menjadikan kendaraan membahayakan pengguna lain,” kata Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi, usai penyerahan hasil akreditasi kepada 41 Unit Pelaksana Uji Berkala Kendaraan Bermotor (UPUBKB) di Jakarta, Rabu (4/7/2018).
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, pada Selasa (3/7), meluncurkan komitmen penertiban kendaraan angkutan barang overdimensi dan overloading (odol) yang juga Korlantas, Mahkamah Konstitusi, dan sejumlah asosiasi.
Dirjen Budi mengakui, selama ini banyak truk yang kelebihan muatan dan ukuran berseliweran di jalan tol dan nontol, sehingga mengakibatkan jalan raya semakin padat, macet hingga merusak jalan.
Dibanding dengan negara di Asia lainnya, seperti Vietnam, Malaysia dan India, kata dia, Indonesia termasuk negara yang belum bisa membenahi keberadaan truk bermuatan dan ukuran lebih yang berada di jalan raya.
“Kita malu sebenarnya sebagai negara yang belum bisa membenahi truk yang kelebihan muatan barang dan ukuran masih beredar di jalanan,” kata dia.
Untuk itu, dia mengingatkan kepada perusahaan karoseri kendaraan bermotor yang belum memproduksi, agar tidak lagi memproduksi kendaraan kelebihan ukuran, sementara yang sudah memproduksi kendaraan kelebihan ukuran harus disesuaikan.
“Kalau memang masih juga membandel, ada undang-undang yang bisa menjerat pelanggar aturan,” kata di
Dikatakan dia, akibat banyaknya angkutan barang melebihi kapasitas, negara alami kerugian sekitar Rp43 triliun per tahun untuk biaya perbaikan jalan rusak. Padahal, pemerintah setiap tahun hanya menganggarkan Rp26 triliun untuk perbaikan jalan.
Demikian juga jika dilihat dari kecepatan, akibat truk kelebihan muatan barang dan ukuran, maka laju kendaraan hanya bisa mencapai 40 kilometer per jam, dari yang seharusnya bisa mencapai 60-70 kilometer per jam. (Ant)
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.