Mulai Tahun Ini, Atlet LIMA Bisa Perkuat Klub IBL

Editor: Mahadeva WS

191

SLEMAN – Liga Mahasiswa (LIMA) Basketball region Jawa Tengah dan DIY resmi dibuka, Rabu (18/7/2018) siang. Kompetisi yang sudah berlangsung enam season membuka harapan baru bagi para atletnya.

Mulai tahun ini, atlet LIMA berpeluang membela klub profesional yang bermain di Indonesia Basketball League (IBL). Peluang ini terbuka seiring terjalinnya kerjasama antara LIMA dan IBL. “Kami sudah memperjuangkan ini sejak lama tapi baru bisa terealisasi tahun ini,” ucap General Manager (GM) LIMA, Rida Achmad, di sela pembukaan LIMA Basketball di Kampus UII Jalan Kaliurang, Rabu (18/7/2018).

Dengan kerjasama itu, atlet LIMA bisa mendaftarkan diri untuk mengikuti seleksi di klub IBL. Pendaftaran telah dimulai sejak 17 Juli dan akan ditutup pada 17 Agustus mendatang. Untuk mengikuti pendaftaran, atlet LIMA harus mengikuti beberapa ketentuan, di antaranya berusia 19 tahun dan telah bermain di LIMA dalam dua musim terakhir.

Disinggung terkait LIMA, Rida Achmad menegaskan, seiring berjalannya waktu gelaran kompetisi basket antarmahasiswa ini kian baik. Kecurangan-kecurangan yang dilakukan peserta semakin sedikit jika dibanding saat LIMA pertama kali digulirkan.

“Dalam beberapa kasus yang melakukan justru dari pihak universitas. Tapi sekarang, kecurangan-kecurangan seperti pemalsuan umur dan pemalsuan data sudah mulai hilang,” terangnya.

Mengenai pelanggaran, LIMA telah memberlakukan sanksi sosial. Pelaku kecurangan akan diumumkan ke publik. Hanya saja karena berkaitan dengan nama institusi, maka LIMA memilih memberikan suspend dari keikutsertaan di LIMA selama 3-5 tahun.

Sementara itu, pembukaan LIMA Basketball region Jateng-DIY di GOR Ki Bagoes Hadikoesoema, UII, dihadiri seluruh peserta dan wasit. Turut hadir pula perwakilan dari tuan rumah penyelenggaraan, Dr Drs Rohidin SH M.Ag, Wakil Rektor III UII. “UII Sangat mendukung penyelenggaraan LIMA. LIMA memberi kualifikasi yang sangat kompetitif. Hal ini membuktikan bahwa LIMA ingin mencetak bibit unggul, atletis dan memiliki kepedulian sosial, seperti tiga pilar yang dimiliki LIMA,” ujar Dr Rohidin.

Sebagai bentuk dukungannya, lanjut Rohidin, pihak kampus memberikan fasilitas berupa organisasi mahasiswa serta Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), melengkapi sarana dan prasarana, serta mewajibkan mahasiswanya melakukan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai bentuk tanggung jawab sosial kepada masyarakat.

LIMA Basketball region Jateng-DIY diikuti 10 tim putra dan 10 tim putri. Nantinya hanya ada dua tim putra yang akan diambil lolos ke putaran nasional, sedangkan putri hanya akan diambil satu tim.

Baca Juga
Lihat juga...