Museum Mpu Purwa, Lestarikan Benda Cagar Budaya

Editor: Makmun Hidayat

435

MALANG — Pemerintah Kota Malang telah mewujudkan pembangunan Museum Mpu Purwa di bilangan Jalan Sukarno Hatta, Malang, sebagai upaya menjaga sekaligus melestarikan benda-benda cagar budaya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni, menyebut Provinsi Jawa Timur merupakan saksi dari kejayaan beberapa kerajaan besar di Nusantara diantaranya kerajaan Kanjuruhan, Mataram kuno, Singasari dan Majapahit dengan latar belakang sejarah terkait dengan pengaruh Hindu Budha.

Bukti kejayaan masa lalu itu beragam, dan tersebar lokasi penemuannya yang berbentuk arca dan prasasti. “Berbagai arca dan prasasti tersebut sangat penting, karena tidak hanya merupakan jejak budaya bangsa tetapi juga sangat penting untuk mengetahui masa lalu bangsa Indonesia,” sebutnya dalam peresmian Museum Mpu Purwa, Sabtu (14/7/2018).

Sedangkan masa lalu kota Malang berupa arca dan prasasti juga bisa disaksikan secara langsung oleh masyarakat di Museum Mpu Purwa.

Kepala Disbudpar Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni – Foto: Agus Nurchaliq

Ida Ayu Made Wahyuni menambahkan, sebagai warisan budaya yang memiliki arti penting bagi sejarah ilmu pengetahuan dan teknologi, maka keberadaanya dilindungi oleh undang-undang tentang cagar budaya. Selain dilindungi, juga harus dikembangkan dengan berbagai kajian dan promosi serta dimanfaatkan untuk kepentingan edukatif, rekreatif.

“Menindaklanjuti undang-undang tersebut, maka dibangunlah Museum Mpu Purwa untuk menyimpan benda-benda bersejarah tersebut,” imbuhnya.

Lebih lanjut Ida menceritakan, lokasi Museum Mpu Purwa sempat berpindah-pindah dari kantor Dinas Pekerjaan Umum, Taman Wisata Rakyat, Rumah Makan Cahya Ningrat, dan Perpustakaan Umum Kota Malang. Kemudian terakhir ditempatkan di bekas SDN 2 Mojolangu, sebagai balai penyelamatan cagar budaya.

Selanjutnya, demi meningkatkan kualitas dan pelayanan museum kepada masyarakat, pada tahun 2013, pihaknya mengajukan proposal kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudaan untuk melakukan renovasi.

“Pembangunan pertama tahun 2014 dengan dana Rp1 miliar. Kemudian tahap kedua tahun 2015 diberikan bantuan dana lagi sebesar Rp1,5 miliar. Dan tahap ketiga mendapatkan bantuan sebesar Rp5 miliar untuk revitalisasi gedung penunjang serta tahap keempat Rp1 miliar,” ungkapnya.

Museum Mpu Purwa memiliki koleksi sebanyak 136 buah arca dan prasasti yang berasal dari kerajaan Mpu Sendok hingga kerajaan Majapahit. “58 koleksi dipamerkan untuk para pengunjung, sedangkan sisanya masih tersimpan di gudang penyimpanan,” akunya.

Museum Mpu Purwa dengan luas 1800 meter persegi dan luas bangunan 1200 meter persegi, itu menampilkan beragam arca diantaranya arca Brahma yang memiliki bentuk unik yang berbeda dengan arca-arca yang telah ditemukan seperti arca Brahma catur muka yang ditemukan di sekitar Candi Singosari.

Berbagai arca koleksi Museum Mpu Purwa – Foto: Agus Nurchaliq

Kemudian juga terdapat arca Ganesha tikus berukuran kecil yang merupakan satu-satunya arca yang menggambarkan sang dewa sedang mengendarai wahananya.

“Kedepan, selain sebagai tempat menyimpan benda cagar budaya, juga dimanfaatkan sebagai tempat latihan dan berekspresi secara rutin oleh para seniman,” sebutnya.

Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhajir Effendy mengaku sangat menyambut positif atas diresmikannya Museum Mpu Purwa. Menurutnya, museum tersebut nantinya bisa dijadikan sebagai tempat pembelajara bagi siswa dan juga pengunjung lainnya.

“Nantinya museum ini bisa dijadikan sebagai tempat kreatifitas, pembelajaran sekaligus rekreasi bagi siswa dan masyarakat lainnya,” ucapnya.

Menurutnya, Malang selama ini memang memiliki reputasi yang sangat baik, terutama dalam hal eksplorasi seni dan budaya yang harus dipertahankan dan dikembangkan. Karena sebenarnya masih banyak peninggalan-peninggalan yang belum terurus dengan baik.

Salah satu contohnya, di Gunung Panderman itu ternyata masih banyak sekali peninggalan sejarah yang masih ditandai saja oleh Kemendikbud. Sehingga perlu diadakan ekplorasi untuk dijadikan cagar budaya dengan dukungan dana yang cukup banyak.

“Kami optimis, kedepan kita bisa menanganinya dengan sungguh-sungguh,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...