banner lebaran

Nangkadak, Buah Hasil Kawin Silang Nangka dan Cempedak

Editor: Koko Triarko

235
CIBUBUR – Taman Buah Mekarsari, tak hanya sekadar melestarikan beragam tanaman buah langka dari seluruh dunia. Namun, juga mengembangkannya menjadi tanaman baru yang unik dan berkualitas unggul. Salah satunya, buah Nangkadak, berikut ini.
Nangkadak merupakan hasil perkawinan silang antara buah Nangka dan Cempedak. Nangkadak lahir dalam bentuk hibrida. Proses hibrida ini diawali dengan perkawinan antara Nangka Mini dengan Cempedak pada Agustus 2000.
“Karena kemajuan ilmu dan teknologi di bidang pemuliaan tanaman, membuat Mekarsari melahirkan tumbuhan sesuai yang diinginkan,” kata Koordinator pembibitan Taman Buah Mekarsari, Aep.
Dia menjelaskan, hal ini dilakukan dengan menggabungkan gen-gen dari beberapa individu pilihan yang telah ditetapkan sebagai tetua.
Nangka dipilih sebagai tetua betina, karena sifat pohonnya yang berbatang pendek, dengan ukuran buah kecil hingga sedang, bentuk buah menarik, rasa manis, dan umur berbuah genjah.
Sedangkan Cempedak ditetapkan sebagai tetua jantan, karena memiliki sifat unggul yang ingin diambil bagi calon spesies baru.
Persilangan antara dua spesies ini menghasilkan tiga calon spesies baru di keluarga Nangka, yaitu Pedaka, Nangkadak dan Cempeka.
Setelah dilakukan serangkaian pengujian kualitas, kuantitas, daya hasil dan multilokasi selama hampir tiga tahun, terpilihlah Nangkadak sebagai calon spesies yang berpenampilan paling stabil.
“Nangkadak terpilih karena memiliki sifat unggulan dari dua tetuanya. Di antaranya, sosok tajuk tanaman yang pendek, kompak dan rimbun serta berumur genjah. Lalu, tanaman mulai muncul buah pertama pada umur dua-tiga tahun, serta produktivitas buah cukup tinggi, sekitar 30-50 buah dari satu pohon per masa panen,” tuturnya.
Keunggulan lainnya, terletak pada aroma buah yang lebih lembut, tidak terlalu kuat seperti Cempedak. Daging buah berwarna kuning orange cerah dan tebal. Rasa buah mendekati rasa Nangka, dengan tekstur daging yang lembut.
Ukuran buah sedang, antara tiga-lima kilogram. Seperti Cempedak, keseluruhan masa daging buah dan dami mudah dilepas dari ponggol, bila sudah masak. Kulit mudah dikupas, tipis dan tidak banyak getah.
Saat ini, Taman Buah Mekarsari memiliki 132 pohon indukan Nangkadak yang dibudidayakan secara intensif. Populasi ini merupakan hibrida generasi pertama yang ditanam setelah dirakitnya spesies Nangkadak pada 2003.
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.