banner lebaran

Nikmati Sensasi Super Pedas Rica Rica Bebek Khas Pujasera BBJ

Editor: Satmoko Budi Santoso

225

LAMPUNG – Menikmati kuliner menjadi salah satu pilihan untuk menikmati akhir pekan dengan menu makanan tradisional yang menggoyang lidah. Salah satu sajian kuliner tradisional penggugah selera yang bisa menjadi rujukan berburu kuliner salah satunya rica rica bebek.

Kuliner ini bisa ditemukan di sejumlah warung kuliner di Jalan Lintas Timur Sumatera Lampung Selatan. Rika Agustin (48) salah satunya pemilik warung makan di Pujasera Pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ) Muara Piluk Bakauheni berjarak 2 kilometer dari objek wisata Menara Siger.

Rika Agustin menyebut, menyediakan berbagai menu kuliner tradisional diantaranya soto konro, sop, soto ayam serta berbagai jenis kuliner lain. Salah satu menu favorit yang disukai pelanggan, diakui Rika Agustin adalah rica rica bebek.

Menu rica rica bebek kerap menjadi favorit bagi pelanggan siap disajikan oleh Eka Agustin [Foto: Henk Widi]
Jenis bumbu pedas yang ditemukan di masakan Manado tersebut diakui Rika sesuai dengan kesukaan masyarakat pesisir pantai timur Lampung Selatan yang sebagian merupakan pendatang asal Sulawesi.

Bumbu pedas rica dari cabai hijau disebutnya dikombinasikan dengan pedasnya lada serta cabai Jawa khas Lampung.

“Rica-rica yang menggunakan bumbu super pedas kerap mempergunakan berbagai jenis daging diantaranya ayam, sapi, ikan laut dengan bumbu utama cabai hijau atau merah dan saya campuri lada,” terang Eka Agustin, salah satu penyedia menu kuliner rica rica bebek saat ditemui Cendana News di Pujasera Pelabuhan BBJ Muara Piluk Bakauheni, Sabtu (14/7/2018).

Rica rica bebek, diakui Eka Agustin, kerap dipesan oleh pelanggan karena menu tersebut tidak lepas dari cabai sehingga rasa pedas menjadi ciri khas. Bagi pemesan, rica-rica disebutnya umumnya sudah paham meski mempergunakan apapun daging yang dimasak siap merasakan sensasi pedas yang menggoyang lidah.

Nasi hangat sebagai pelengkap disebutnya menjadi penggugah selera dan bisa disantap untuk menu sarapan,makan siang serta makan malam.

Proses pembuatan rica-rica bebek, diakui Eka Agustin, cukup sederhana. Sebagai warung yang dikonsep ”masak dadakan” ia menyebut, sudah menyediakan sebanyak 25 hingga 30 bebek yang bisa dijadikan menjadi sebanyak empat porsi rica-rica bebek per ekor.

Hendra, salah satu pelanggan siap merasakan sensasi pedas
menu rica rica bebek [Foto: Henk Widi)
Konsep masak dadakan membuat dirinya sudah menyiapkan daging bebek yang sudah dibersihkan dan siap diolah saat ada pemesan.

“Daging bebek untuk bahan baku sudah dibersihkan dan disimpan dalam lemari pendingin, saat ada pemesan baru digoreng dan diolah dengan bumbu rica-rica,” terang Eka Agustin.

Daging bebek yang sudah disimpan di lemari pendingin disebutnya sudah dilumuri dengan garam. Saat ada yang memesan daging bebek selanjutnya dikukus dengan air mendidih agar daging lebih empuk. Selanjutnya, daging digoreng agar lebih matang sembari menyiapkan berbagai jenis bumbu rica yang akan dicampurkan dengan daging bebek yang sudah matang.

Berbagai jenis bumbu yang sudah dihaluskan lalu disiapkan, diakui Eka Agustin, kerap dibuat dalam kondisi jadi dan disimpan di lemari pendingin untuk mempercepat penyajian. Jenis bahan bumbu tersebut diantaranya serai yang dimemarkan, daun jeruk, daun salam, bawang putih, kemiri, ketumbar, merica, jahe, lada, cabai jawa, gula dan garam daun kemangi serta sejumlah penyedap rasa.

Bumbu halus tersebut, diakui Eka Agustin, sudah dalam kondisi siap ditumis menyesuaikan kecepatan permintaan. Sebab diakuinya jika bumbu tidak dibuat dalam kondisi jadi penyajian ke pelanggan akan lebih lama.

Bumbu halus yang sudah tercampur sempurna selanjutnya ditumis dalam wajan hingga muncul aroma harum. Selanjutnya daging bebek kukus dan sudah digoreng dimasukkan dalam wajan berisi bumbu.

“Daging bebek akan empuk karena dikukus,digoreng terakhir ditumis ditambah air secukupnya hingga bumbu meresap siap disajikan,”terang Eka Agustin.

Disajikan dengan lalapan berbagai jenis, bonus sop daging bebek membuat menu rica rica bebek menjadi favorit di warung dadakan miliknya. Menyediakan sebanyak 25 daging ekor bebek utuh yang sudah dibersihkan dengan empat potong bisa disajikan dalam sehari ia bisa menjual 100 porsi rica rica bebek belum termasuk menu lain.

Selain disantap ditempat sebagian pelanggan diakuinya kerap membeli menu rica rica bebek untuk dibawa pulang dan disantap bersama keluarga.

“Selain mengenyangkan rica rica bebek dipercaya bisa menjaga stamina karena beragam bumbu rempah yang digunakan bagus untuk tubuh,” papar Eka Agustin.

Salah satu pelanggan, Hendra (40) menyebut, kerap menikmati rica rica bebek karena kuliner tersebut rasanya cukup menggugah selera. Ia menyebut, menikmati rica rica bebek membuat ia kerap menambah nasi meski sensasi pedas menyengat dari bumbu rica rica bebek.

Makan mempergunakan tangan tanpa sendok diakuinya menjadi sensasi menyantap menu rica rica bebek yang dipesannya.

“Saat musim hujan dengan badan butuh stamina cukup dan memerlukan energi kuliner rica rica bebek bisa menjadi pilihan,” terang Hendra.

Berbeda dengan penyedia kuliner lain, Hendra menyebut, ciri khas rica rica bebek di Pujasera PT BBJ, dirinya memperoleh tambahan sop daging bebek. Sop daging bebek berkuah tersebut menjadi penawar rasa pedas setelah menikmati rica rica bebek.

Meski demikian, ia menyebut, untuk penawar asa pedas sudah disediakan juga tambahan lalapan mentimun, kubis, tomat. Saat lidah terasa pedas dirinya bisa menghilangkannya dengan mengunyah lalapan.

Hendra menyebut, dengan kuliner rica rica bebek tersebut, dirinya yang kerap melakukan pekerjaan mengemudi jarak jauh bisa menjaga stamina. Selain kerap menyantap rica rica dengan bumbu pedas yang menggigit lidah, ia juga melengkapi kuliner tersebut dengan jus buah pinang yang juga disediakan di pujasera tersebut.

Meski harus membayar Rp30.000 untuk satu paket rica-rica bebek, dirinya bisa menambah nasi lengkap dengan sop bebek pelepas rasa lapar setelah bekerja.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.