OTT Aceh, KPK Cegah Empat Orang ke Luar Negeri

Editor: Satmoko Budi Santoso

463
Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah. –Foto: Eko Sulestyono

JAKARTA – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini secara resmi telah mengirimkan sejumlah nama dalam daftar cekal kepada Direktorat Jenderal (Ditjen Imigrasi) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Republik Indonesia.

Dengan demikian yang bersangkutan dipastikan tidak dapat meninggalkan wilayah Indonesia atau dilarang bepergian ke luar negeri minimal dalam waktu 6 bulan ke depan. Pencegahan tersebut terkait kegiatan Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD).

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah mengatakan, sedikitnya ada 4 orang yang dicegah bepergian ke luar negeri. “Masing-masing Fenny Streffy Burase, staf khusus Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, Nizarli, Rizal Aswandi dan Teuku Fadhilatul Amri. Pencegahan berlaku efektif sejak hari ini hingga enam bulan ke depan,” jelasnya di Jakarta, Sabtu (7/7/2018).

Menurut Febri, alasan pencegahan yang dilakukan KPK terhadap 4 orang tersebut karena penyidik membutuhkan keterangan atau informasi dari sejumlah saksi yang nantinya akan dipanggil untuk kepentingan menjalani pemeriksan lebih lanjut di Gedung KPK Jakarta.

Sementara itu, satu nama saksi yang ikut dicekal adalah Steffy, yang bersangkutan diduga merupakan teman dekat Irwandi. Berdasarkan keterangan Darmansyah, Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga (Kadispora) menjelaskan, bahwa Steffy merupakan seorang model sekaligus atlet pelari internasional dengan spesialisasi lari jarak jauh hingga 42 kilometer.

Steffy juga dilibatkan sebagai tenaga ahli dalam penyelenggaran event “Aceh Marathon 2018” yang menurut rencana akan berlangsung tanggal 29 Juli 2018 mendatang di Pulau Weh, Sabang, Provinsi Aceh. Steffy juga sering mengikuti rapat bersama terkait persiapan Aceh Marathon.

KPK meyakini bahwa sebagian dana anggaran pelaksanaan Aceh Marathon diduga berasal dari pemberian Achmadi, Bupati Bener Meriah. Uang yang diduga sebagai suap atau gratifikasi tersebut diberikan kepada Irwandi melalui perantaraan Syaiful Bahri dan Hendri Yuzal.

Dalam kasus OTT Aceh, penyidik KPK hingga saat ini telah menetapkan 4 orang sebagai tersangka, masing-masing Irwandi Yusuf, Achmadi, Hendri Yuzal dan Syaiful Bahri. KPK juga berhasil mengamankan dan menyita sejumlah barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp500 juta.

KPK menduga uang tersebut merupakan sebagian dari commitment fee yang dijanjikan Achmadi kepada Irwandi yang diperkirakan mencapai Rp1,5 miliar. Pemberian uang suap atau gratifikasi diduga bertujuan agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bener Meriah mendapatkan tambahan alokasi dana otonomi khusus dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh.

Keempat tersangka tersebut kini telah ditahan penyidik KPK dan dititipkan di Rumah Tahanan (Rutan) Cabang KPK di Jakarta. Mereka akan menjalani masa penahanan pertama selama 20 hari ke depan. Penahanan dilakukan untuk memudahan koordinasi terkait kepentingan pemeriksaan dan pengembangan penyidikan terkait OTT KPK di Aceh.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.