Pak Cik: GPN Solusi Pembayaran yang Interkoneksi dan Interoperable

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

184

DENPASAR — Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Causa Iman Karana menyebutkan, dari total 100 Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP), 98 di antaranya telah memperoleh persetujuan untuk menerbitkan kartu ATM dan Debit berlogo GPN.

“Setiap penukaran kartu ATM atau Kartu Debit tidak dipungut biaya sepeser alias gratis,” sebutnya dalam Kampanye Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) di Monumen Bajra Sandhi Renon, Denpasar, Minggu, (29/7/2018).

Kata Pak Cik, GPN sendiri adalah suatu sistem yang menghubungkan berbagai pembayaran elektronik atau transaksi non tunai pada semua instrumen bank dalam satu sistem pembayaran.

“Ilustrasi paling sederhana yang sering kita jumpai adalah banyaknya deretan mesin ATM di mall dan berjejernya mesin EDC di kasir supermarket,” sebutnya.

Dengan adanya GPN, kata Pak Cik, kedepan masyarakat tidak perlu lagi mencari mesin EDC (Electronic Data Capture) dari bank yang sama dengan kartu yang dimiliki. Semua kartu yang diterbitkan oleh penerbit domestik dapat terhubung dengan satu mesin EDC.

Selain itu, kehadiran GPN ini diharapkan dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat dan memudahkan masyarakat untuk melakukan transaksi pembayaran dengan biaya lebih rendah. Biaya yang lebih rendah tersebut dapat dinikmati oleh pedagang (merchant) dan pembeli.

“GPN merupakan solusi dalam rangka menciptakan ekosistem pembayaran yang saling interkoneksi dan interoperable. Ke depan diharapkan dapat mencapai sistem pembayaran nasional yang aman, lancar, dan terpercaya,” tambahnya.

Manfaat yang dirasakan oleh merchant adalah penurunan MDR (Merchant Discount Rate) yang semula berkisar dua hingga tiga persen menjadi hanya satu persen. Sementara, masyarakat pemegang kartu dapat menikmati turunnya biaya administrasi.

Bahkan, untuk penerima bantuan sosial pemerintah, GPN mengenakan MDR sebesar 0 persen. Sehingga penerima manfaat atau bantuan tidak dikenakan biaya untuk melakukan penukaran, hanya saja syaratnya dengan membawa identitas diri berupa KTP dan tentu Kartu ATM/Debitnya.

“Di tempat ini sekarang masyarakat sudah nisa melakukan penukaran langsung. Kami sediakan 14 bank yang membuka standar both,” imbuh Pak Cik.

Kampanye GPN ini disambut positif bagi masyarakat Bali terutama mereka yang juga ikut serta dalam aksi kampanye tersebut. Vita Salah seorang masyarakat mengaku senang karena merasa terbantu dengan adanya sistem pembayaran satu ATM ini.

“Jelas terbantu mas, karena kemarin-kemarin saya harus menggunakan kartu ATM lebih dari satu Bank. Dengan adanya GPN ini saya rasa akan lebih praktis dan efisien dan tentu paling murah saat melakukan transaksi,” kata ibu rumah tangga yang tinggal di Jalan Imam Bonjol ini.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.