Pameran Tunggal ‘Grotesk’ Natisa Jones, Spontan dan Ekspresif

Editor: Makmun Hidayat

283

JAKARTA — Dunia seni rupa selalu melahirkan pelukis-pelukis muda berbakat. Seperti di antaranya Natisa Jones, perupa perempuan yang bermukim antara Bali, Jakarta dan Amsterdam, Belanda.

Jebolan International Baccalaureate Diploma (I.B) – Prem Tinsulanonda International School (PTIS) Chiang Mai – Thailand (2008) dan Bachelor of Fine Arts Painting – Royal Melbourne Institute of Technology (RMIT) Melbourne – Australia (2011), itu memang cukup aktif berpameran, baik pameran bersama maupun pameran tunggal.

Natisa Jones menggelar pameran tunggal ‘Grotesk’ di Salihara, Jakarta, 1-26 Juli 2018. Sebuah pameran yang mengeksplorasi tentang identitas dan keadaan manusia zaman milenial yang dimunculkan secara spontan dan ekspresif. Ia bisa dibilang memang mewakili generasi milenial yang dalam berkarya begitu jujur, utuh dan personal.

“Pameran Seni Rupa ‘Grotesk’ ini sangat menarik sekali,” kata Alfisa, penjaga pameran seni rupa ‘Grotesk’ karya Natisa Jones di Salihara, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu (14/7/2018).

Alfisa, penjaga pameran seni rupa ‘Grotesk’ karya Natisa Jones – Foto: Akhmad Sekhu

Mahasiswi Jurusan Disain Komunikasi Visual (Diskomvis) Universitas Trilogi itu membeberkan bahwa Natisa Jones termasuk seniman termuda yang pernah diundang di Komunitas Salihara untuk pameran tunggal.

“Natisa juga bisa dibilang perupa perempuan pertama yang diundang,” bebernya.

Lukisan karya Natisa Jones, menurut Alfisa, berbeda dengan lukisan karya pelukis lainnya. “Meski tinggal di Bali, Natisa Jones tidak melukis pesona alam Bali, romantisme atau adat tradisi Bali yang jadi isu utama seni kontemporer Bali pada umumnya,” ungkapnya.

Alfisa menilai bahea Natisa begitu lugas mencurahkan hatinya dalam karya-karya lukisannya. “Cara berkarya Natisa tampak begitu spontan dan ekspresif sekali,” ujarnya.

Beberapa karya lukisan Natisa Jones tampak gamblang menampilkan ketelanjangan, tapi Alfisa berpandangan bahwa karya seni memang demikian yang mewakili zamannya, zaman milenial.

“Memang karya-karyanya banyak yang vulgar jadi tergantung pada persepsi masing-masing, tapi menurut saya wajar-wajar saja,” tuturnya.

Menutut Alfisa, pameran lukisan karya Natisa Jones ini cukup mendapat sambutan yang baik dari masyarakat, terbukti setiap hari cukup banyak pengunjung yang melihat pameran lukisannya. “Cukup lumayan banyak pengunjungnya,” tegasnya.

Harapan Alfisa semakin banyak seniman yang diundang Salihara untuk pameran. “Bukan hanya seniman-seniman besar yang sudah terkenal, tapi juga seniman-seniman muda seperti Natisa Jones ini,” pungkasnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.