Pangonal, Tersangka Suap Tunggu Kepastian Hukum

Editor: Koko Triarko

182
JAKARTA – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menahan Pangonal Harahap (PH), Bupati (nonkatif) Labuhanbatu, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor).
Pangonal diduga telah menerima sejumlah uang sebagai suap atau gratifikasi dari pengusaha atau kontraktor, terkait sejumlah proyek strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Labuhanbatu. Kini. Pangonal tinggal menunggu nasib kepastian hukumnya.
Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah, saat dikonfirmasi membenarkan, bahwa Pangonal Harahap ditahan selama 20 hari pertama dalam Rumah Tahanan (Rutan) Kavling K-4, di belakang Gedung KPK Merah Putih, Jalan Kuningan Persada, Kuningan, Jakarta Selatan.
“Dari OTT di Labuhanbatu, KPK telah menetapkan Pangonal dan orang kepercayaannya, Umar Ritonga, sebagai tersangka penerima suap, juga menetapkan pemilik PT. Binivan Konstruksi Abadi, Effendy Sahputra, sebagai tersangka pemberi suap atau penyuap”, jelas Febri Diansyah, di Gedung KPK Jakarta, Kamis (19/7/2018).
KPK menduga, Pangonal meminta uang sekitar Rp3 miliar terkait proyek-proyek  di Labuhanbatu untuk tahun 2018. Salah satu yang berhasil diungkap KPK adalah dugaan pemberian uang dari pengusaha Effendy Sahputra, senilai Rp576 juta, yang disebut sebagai bagian dari permintaan atau commitment fee Rp3 miliar.
OTT KPK tersebut dilakukan setelah AT yang diduga merupakan orang kepercayaan Effendy Sahputra, mencairkan cek Rp576 juta di Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sumut. Uang hasil pencairan tersebut kemudian dititipkan kepada seorang oknum petugas bank, lalu diambil Umar Ritonga.
Tersangka Umar saat ini masih diburu petugas KPK, karena berhasil melarikan diri setelah melakukan perlawanan saat hendak ditangkap. KPK mengimbau agar yang bersangkutan dengan kesadaran segera menyerahkan diri kepada KPK atau pihak kepolisian setempat.
Sementara itu, petugas KPK hingga saat ini masih melakukan sejumlah kegiatan di Kabupaten Labuhanbatu, Provinsi Sumut. KPK mendatangi dan menyegel sejumlah lokasi, di antaranya ruangan atau kantor kerja Bupati Labuhanbatu, untuk mencari barang bukti terkait kasus dugaan korupsi yang menjerat Pangonal Harahap.
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.