Pantai Semukuk, Keindahan Tersembunyi di Barat Kota Kalianda

Editor: Satmoko Budi Santoso

215
Pantai Semukuk desa Pauh Tanjung Iman kecamatan Kalianda Lampung Selatan yang asri dan sejuk oleh rimbunnya pepohonan tepi pantai [Foto: Henk Widi]

LAMPUNG – Pantai Semukuk atau Semukuk Indah merupakan salah satu jajaran pantai di bagian bagian barat kabupaten Lampung Selatan. Nama yang kurang familiar dikenal warga karena akses masuk ke objek wisata belum diperbaiki.

Namun dua tahun terakhir nama pantai Semukuk mulai dikenal dengan akses jalan aspal mulus langsung ke bibir pantai. Ditempuh dari pusat kota Kalianda hanya 10 menit membuat pantai Semukuk mudah dijangkau dengan mobil dan motor.

Dendi Hidayat, salah satu pengurus Karang Taruna selaku pengelola objek wisata pantai Semukuk menyebut pantai tersebut terus berbenah. Akses yang semula jalan berbatu diperbaiki oleh desa Pauh Tanjung Iman untuk mempermudah wisatawan.

Adinda Agustin (belakang) dan Okta Indriani (depan) melakukan swafoto dengan objek bebatuan khas pantai Semukuk [Foto: Henk Widi]
Lokasi pantai dari akses jalan utama jalan lingkar pesisir Rajabasa hanya 500 meter dengan papan penunjuk yang sangat jelas.

Keramahan warga setempat bahkan menyambut dengan memandu arah ke lokasi pantai di kecamatan Kalianda tersebut. Jajaran pohon kelapa, cengkih, kakao dan sejumlah rumah tempo dulu bernuansa kental khas Lampung Pesisir menjadi sajian saat menuju ke pantai Semukuk.

Bahkan kelapa muda hasil bumi warga setempat bisa dinikmati sebagai bonus menikmati kesunyian pantai Semukuk.

“Pantai Semukuk Indah merupakan milik warga yang diperbolehkan untuk dikelola Karang Taruna sebagai objek wisata sekaligus pemasukan bagi desa, pengunjung biasanya ingin menikmati suasana sunyi dan santai,” terang Dendi Hidayat salah satu anggota Karang Taruna desa Pauh Tanjung Iman saat dikonfirmasi Cendana News, baru-baru ini.

Sajian istimewa dari pantai Semukuk di antaranya jajaran nyiur melambai di tepi pantai, rindangnya pohon ketapang serta bebatuan unik sekaligus pasir putih. Bebatuan unik yang tersebar di ujung Barat pantai tersebut merupakan batuan hitam endapan lava Gunung Krakatau yang menjadi saksi bisu ledakan dahsyat gunung di Selat Sunda tahun 1883.

Beberapa batuan berbentuk unik salah satunya dikenal dengan batu damar menyerupai bongkahan getah damar.

Batuan hitam yang bisa dicapai saat kondisi surut terjauh air laut diakui Dendi Hidayat kerap menjadi lokasi favorit swafoto. Bahkan bagi para penghobi fotografi landscape lokasi tersebut kerap menjadi spot mengabadikan matahari terbenam (sunset).

Latar belakang pulau Sitiga,pulau Sebuku,pulau Sebesi sebagai gugusan kepulauan Krakatau bisa menjadi objek foto pecinta fotografi.

“Saat pengunjung datang ke sini biasanya pantai berpasir kerap digunakan keluarga yang membawa anak anak,para remaja dan orang dewasa memilih area berbatu,” beber Dendi Hidayat.

Kesunyian pantai yang didukung jauh dari jalan utama,dikelilingi perkebunan cengkih dan kelapa membuat pengunjung nyaman. Cukup membayar biaya parkir Rp5.000 bagi kendaraan motor dan mobil Rp20.000 pengunjung bisa menikmati pantai Semukuk sepuasnya.

Sejumlah fasilitas warung penyedia makanan dan minuman ringan,toilet juga tersedia di lokasi wisata bahari tersebut. Bagi yang menginginkan kelapa muda atau dugan pengunjung juga bisa memesan kepada pengelola.

Dendi Hidayat juga menyebut selain bisa menikmati keindahan pasir putih,ombak yang jernih,fasilitas rumah pohon dan ayunan ban disediakan di lokasi tersebut. Bagi anak anak yang akan berenang dalam pendampingan orangtua pelampung ban dalam juga disediakan.

Para pengunjung yang ingin melakukan bancakan atau makan bersama dengan membakar ikan atau daging ayam di lokasi tersebut tersedia cukup banyak kayu kering dan batok kelapa.

“Destinasi wisata bahari pantai Semukuk memang sangat pas untuk keluarga sesuai dengan niat pemilik agar pantai ini bisa memberi kebahagiaan bagi keluarga,” papar Dendi.

Memiliki jargon kawasan murah senyum, dilengkapi dengan spot swafoto lorong cinta, Dendi menyebut Karang Taruna terus mempercantik pantai Semukuk. Kunjungan saat hari biasa diakuinya kerap hanya mencapai puluhan orang,libur hari Minggu dan hari raya pengunjung bisa mencapai ratusan orang bahkan lebih.

Sejumlah keluarga yang berkunjung ke pantai tersebut kerap melakukan wisata dari pagi hingga siang atau dari siang hingga sore.

Adinda Agustin dan Okta Indriani pengunjung di pantai Semukuk saat ditemui Cendana News mengaku ingin mengabadikan spot pantai Semukuk untuk swafoto. Adinda menyebut objek wisata pantai Semukuk sangat pas untuk mencari view pantai yang dipenuhi bebatuan unik.

Pasir putih yang indah bahkan kerap dijadikan latar belakang untuk hasil foto yang diunggah ke jejaring sosial dan media sosial.

“Kami memilih sejumlah pantai untuk diunggah sekaligus ingin mempromosikan wisata pantai yang ada di Lamsel melalui media sosial,”terang Adinda.

Menggunakan kamera telepon pintar, Adinda menyebut objek wisata bahari pantai Semukuk bisa jadi pilihan. Sebab lokasi yang sunyi dan dipenuhi pepohonan rindang bisa menjadi tempat menenangkan pikiran selepas sepekan berkegiatan. Bersama kawan kawannya, Adinda mengaku menjadikan wisata bahari sebagai pilihan murah meriah untuk rekreasi.

Lokasi yang mudah dijangkau juga menjadi keputusan baginya mengunjungi pantai Semukuk. Saat berkunjung bersama banyak teman ia bahkan bisa berburu matahari terbenam menggunakan kamera DSLR yang kerap menjadi bahan belajar di klub fotografi yang diikutinya.

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.