Pantainya Kotor, Budaya Bersih di Sumbar Belum Tumbuh

Editor: Mahadeva WS

238

AGAM – Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit mengingat masyarakat untuk menjaga kebersihan dan keindahan pantai. Pantai merupakan sumber kehidupan bagi nelayan dan juga berpotensi menjadi lokasi wisatawan. 

“Beberapa hari yang lalu saya di Medan, ada yang mengatakan, sewaktu ke Sumbar mereka berkeliling di satu pantai. Mereka menyebut, pantai tersebut sangat kotor, hal ini menandakan budaya bersih kita belum tumbuh bersama,” katanya di sela-sela aksi bersih-bersih pantai, Selasa (17/7/2018).

Di Sumbar ada tujuh daerah yang memiliki pantai. Diantaranya, Padang, Pesisir Selatan, Pasaman Barat, Mentawai, Kota Pariaman, Padang Pariaman dan Kabupaten Agam. Kebersihan setiap pantai akan menjadi daya tarik agar wisatawan mau berkunjung.

“Kebersihan pantai ini adalah salah satu cara terbaik untuk merangsang wisatawan datang ke Sumbar. Jadi kebersihan demi kenyamanan pengunjung ke kawasan pantai yang menjadi objek wisata perlu kita tingkatkan,” ujarnya.

Menurutnya, pembenahan destinasi wisata yang terus dilakukan, menjadikan kunjungan wisata ke Sumbar mengalami peningkatan. Sampai akhir Juni 2018, sudah lebih dari 1,6 juta orang berkunjung ke seluruh destinasi wisata di Ranah Minang.

Nasrul menyebut, untuk membantu menjaga kebersihan pantai di Sumbar, akan dibetuk kelompok masyarakat pengawas (pokmawas) yang bertugas mengawasi kebersihan pantai. Namun, tujuan utama dari aksi ini adalah memberikan penyadaran, agar masyarakat cinta bersih dan tidak buang sampah sembarangan.

“Kepedulian ini yang masih minim. Lihat saja para pedagang, kita bersih-bersih, mereka duduk tak peduli,” kata Nasrul sembari menunjuk beberapa pedagang Pantai Tiku yang terkesan cuek dengan aksi bersih pantai.

Persoalan kebersihan pantai yang ada di Sumbar juga disampaikan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumbar, Yosmeri. Ia mengatakan mayoritas pesisir pantai di Indonesia dicemari sampah, terutama limbah plastik. Kondisi tersebut juga terjadi di hampir seluruh pantai di Sumbar.

Bahkan, tak jarang bibir laut hingga lingkungan bermain di sekitar pantai juga dikotori banyak sampah. “Untuk menjaga kebersihan pantai ini perlu kepedulian bersama, sebab sampai sekarang mayoritas kebersihan pantai kita belum terjaga. Ini yang perlu ditumbuhkan, kepedulian akan kebersihan di kawasan pantai,” tandasnya.

Wakil Gubernur Sumatera Barat saat menyerahkan sapu sebagai simbolis kepada masyarakat pertanda kegiatan bersih bersih pantai dimulai/Foto: M. Noli Hendra

Pemprov Sumbar menggelar aksi bersih pantai bertajuk aksi bersih pantai bertema bersih pantaiku, hijau lautku. Kegiatan diikuti ratusan pelajar, anggota TNI, sejumlah stakeholder Pemprov Sumbar dan Pemkab Agam.  “Ini kegiatan rutin DKP. Dengan aksi bersih-bersih diharapkan meningkatkan partipasi masyarakat dan pemangku kebijakan terkait,” ujar Rosmery.

Wakil Bupati Agam Trinda Farhan Satria mengatakan, Pantai Tiku adalah salah satu destininasi wisata yang memiliki daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Agam. Sehingga, sudah seharusnya semua pihak menjaga keindahan pantai, agar tetap digemari wisatawan. “Aksi ini hanya stimulan sebagai merangsang semangat kepedulian seluruh pihak terhadap kebersihan lingkungan, bukan puncak pembersihan pantai,”  tandasnya.

Selain masyarakat, pedagang yang berjualan di sekitar Pantai Tiku juga wajib menjaga kebersihan. “Pantai di Pasie Tiku ini tidak kalah dengan pantai di Bali. Bedanya disana lebih ramai dikunjungi. Itu disebabkan budaya pelayanan terbangun, tapi juga kebersihan pantai selalu mereka utamakan. Jika pantai kita selalu bersih, tentunya akan banyak wisatawan yang berkunjung ke sini,” pungkasnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.