Pasokan Rumput Laut Melimpah, Sokong Usaha Kuliner

Editor: Satmoko Budi Santoso

207

LAMPUNG – Komoditas rumput laut jenis cottonii (Eucheuma Cottonii) atau rumput laut merah di kecamatan Ketapang Lampung Selatan, sebagian memasuki masa panen.

Pasokan yang melimpah dari pembudidaya rumput laut sebagian dijual kepada pengepul dalam kondisi kering, sebagian dijual basah untuk bahan baku kuliner.

Novi (40) salah satu pemilik usaha budidaya rumput laut mengaku, rumput laut bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan.

Ia memastikan, sejumlah pembudidaya rumput laut bisa memanen saat usia 30 hingga 40 hari. Penanaman rumput laut secara berselang membuat panen bisa dilakukan setiap lima belas hari sekali dengan sistem jalur.

Mariawati menyajikan es buah campur dengan bahan pelengkap diantaranya rumput laut [Foto: Henk Widi]
Sebanyak 400 jalur tambang untuk penanaman rumput laut kerap diminta pengepul dan pemilik usaha bahan baku kuliner.

Bahan baku kuliner dari rumput laut dalam kondisi basah dijual dengan harga Rp5.000 per kilogram. Sebagian perajin menurut Novi kerap meminta sebanyak 100 kilogram atau Rp500 ribu sekali beli.

Kebutuhan rumput laut yang bisa habis dalam dua pekan sehingga sebulan ia menyediakan 200 kilogram rumput laut. Pembeli kerap datang ke rumah yang sekaligus menjadi lokasi penampungan rumput laut pascapanen.

“Pasokan rumput laut bagi pemilik usaha kuliner lima tahun terakhir bisa disediakan pembudidaya lokal Lamsel. Sebelumnya harus didatangkan dari Jawa Barat,” terang Novi, salah satu wanita nelayan pembudidaya rumput laut saat ditemui Cendana News, Sabtu (7/7/2018).

Rumput laut untuk bahan baku pembuatan kuliner es buah, agar-agar dan dodol diakuinya kerap dipilih dari jenis rumput laut yang segar. Rumput laut cottoni berwarna merah yang tidak dijual akan disortir menjadi bibit.

Erni Saputri, menyediakan menu
es campur buah di objek wisata mangrove Sriminosari Lampung Timur [Foto: Henk Widi]
Sebagian dijemur untuk dijual dalam kondisi kering dengan harga Rp15.000 per kilogram. Harga tersebut kerap bisa berubah sewaktu-waktu, bisa lebih rendah atau tinggi sesuai ketersediaan pasokan.

Pembeli rumput laut, diakui Novi, bahkan kerap sudah menelpon dua hari sebelum diambil agar pengambilan bisa dilakukan beberapa jam pasca panen. Kesegaran rumput laut sebelum dijemur kerap dipilih pembuat bahan baku es buah bercampur rumput laut atau dibuat dodol.

Novi menyebut melayani pembeli dari wilayah Lampung Selatan dan Lampung Timur yang berada di dekat destinasi wisata dan Jalan Lintas Timur dan Jalan Lintas Sumatera.

Mariawati (39) salah satu pemilik usaha warung kuliner di Jalinsum kecamatan Penengahan Lamsel menyebut, rumput laut menjadi bahan kuliner es campur buah. Pemilik warung kuliner bakso, mie ayam, es buah di Jalan Lintas Sumatera menyebut, rumput laut dibeli dalam kondisi segar.

Ia menyebut terkadang membeli dalam bentuk siap dijadikan minuman segar es campur buah. Namun kerap membeli rumput laut dalam kondisi segar dan diproses beberapa tahap.

Kebutuhan rumput laut basah diakuinya mencapai 50 kilogram sebulan, khusus untuk warung miliknya. Rumput laut yang dibeli dari pembudiaya akan direndam selama satu hari untuk menghilangkan kadar garam, merebus selama kurang lebih dua menit.

Rumput laut yang sudah direndam dan dimasak siap disimpan dalam lemari pendingin sehingga bisa digunakan setiap saat.

“Rumput laut bisa disajikan bersama jelly, berbagai jenis buah potong, sirup, susu serta buah segar lain atau hanya rumput laut dan sirup,” terang Mariawati.

Kebutuhan sebanyak 50 kilogram digunakan saat hari biasa, namun saat bulan Ramadan Mariawati membutuhkan sekitar 100 kilogram. Kebutuhan akan es buah campur untuk menu berbuka puasa membuat permintaan meningkat.

Harga per porsi es rumput laut seharga Rp8.000, laku keras selama Ramadan.

Kondisi yang sama diakui juga oleh pedagang kuliner di objek wisata mangrove Sriminosari Labuhan Maringgai Lampung Timur bernama Erni Saputri (25).

Ia mengaku membeli rumput laut dalam kondisi siap disajikan karena lebih praktis. Di Labuhan Maringgai ada penyedia rumput laut sudah siap pakai dengan stok rata-rata 100 kilogram.

“Kebutuhan saya hanya lima kilogram per hari tapi saya kerap membeli tiga puluh kilogram disimpan di kulkas,” terang Erni Saputri.

Keberadaan pembudidaya rumput laut memberi pasokan bahan baku yang selalu tersedia. Kondisi tersebut berbeda dengan beberapa tahun sebelum ada pembudidaya rumput laut di pesisir Timur Lampung.

Meski hanya memakai rumput laut untuk minuman, Erni Saputri menyebut, sebagian warga ada yang mengolah rumput laut menjadi dodol dan agar-agar. Berjualan kuliner dengan menu es campur buah dengan rumput laut sebagai campuran cukup laris di objek wisata mangrove Sriminosari.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.