PBB: Keluarga Berencana Bukan Hanya Soal Hak Asasi

215
PBB -Dok: CDN
NEW YORK – Di dalam pesanya untuk Hari Penduduk Dunia, Direktur Pelaksana Dana Penduduk PBB (UNFPA), Natalia Kanem, mengatakan keluarga berencana adalah pusat pemberdayaan perempuan.
“Keluarga berencana bukan hanya masalah hak asasi manusia; itu juga adalah pusat pemberdayaan perempuan, mengurangi kemiskinan dan mencapai pembangunan yang berkelanjutan,” katanya.
Keluarga berencana ditegaskan sebagai hak asasi manusia 50 tahun lalu, sehingga menghasilkan apa yang menjadi peringatan tahunan Hari Penduduk Dunia, yang memusatkan perhatian pada dampak dari jumlah kelahiran anak pada dunia.
Namun, di wilayah berkembang, pemimpin UNFPA tersebut menyatakan, 214 juta perempuan masih kekurangan keluarga berencana yang aman dan efektif. Semua itu terjadi, karena berbagai sebab mulai dari kurang informasi atau layanan, sampai kepada kurangnya dukungan dari masyarakat atau pasangan mereka.
“Ini mengancam kemampuan mereka untuk membangun masa depan yang lebih baik buat diri mereka, keluarga mereka dan masyarakat mereka,” jelasnya.
UNFPA mendukung keluarga berencana di negara berkembang dengan menjamin ketersediaan pasokan semua kontrasepsi modern, memperkuat sistem kesehatan nasional dan mendorong kesetaraan gender, demikian laporan Xinhua –yang dipantau di Jakarta, Kamis (12/7/2018).
“UNFPA sepenuhnya berkomitmen untuk terus mendukung upaya semua negara menegakkan hak individual, terutama perempuan, untuk merencanakan satu keluarga,” kata Kanem.
Pihaknya pun berjuang untuk mengakhiri semua keperluan yang belum terpenuhi bagi keluarga berencana sukarela di negara berkembang paling lambat sampai 2030.
“Tapi, kami tak bisa melakukan ini sendirian saja,” demikian penegasan Direktur Pelaksana UNFPA tersebut.
Ia menjabarkan, perlunya bagi pemerintah, anggota parlemen, sektor swasta dan masyarakat sipil untuk bergabung guna mewujudkan itu.
Sebagai langkah awal, ia menyatakan, hanya dengan 20 sen per orang setiap tahun, negara maju dapat menutup jurang pemisah pendanaan keluarga berencana global, yang, menurut Kanem, akan menjadi “penanaman modal yang strategis dan dapat dilaksanakan pada masa depan”.
Hari Penduduk Dunia diilhami oleh kepentingan masyarakat yang digerakkan oleh satu tanggal khusus kepentingan yang sangat besar. PBB memperkirakan, bahwa itu adalah tanggal 11 Juli 1987, ketika penduduk dunia mencapai lima miliar. (Ant)
Baca Juga
Lihat juga...