Pedagang Pasar Tradisional Keberatan dengan Larangan Penggunaan Kantong Plastik

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

231

BALIKPAPAN — Peraturan Wali kota Nomor 8 Tahun 2018 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik dalam waktu dekat juga akan diterapkan di pasar tradisional di Balikpapan. Setelah seluruh ritel modern menerapkan kebijakan tersebut sejak kemarin (3/7/2018).

Rencana penerapan larangan penggunaan kantong plastik untuk pasar tradisional tersebut mendapat respon negatif dari pedagang. Mereka keberatan apabila diterapkannya dengan alasan akan menambah biaya operasional.

“Susah kalau pakai kantong lainnya, mending pakai kompek saja (kantong plastik). Kalau pakai kantong plastik, pembeli juga lebih mudah dan tidak repot,” ungkap Pedagang Sayur, Anna di Pasar Klandasan Balikpapan (4/7/2018).

Dia berpendapat, aturan yang sekarang diberlakukan itu lebih baik untuk ritel modern saja karena mereka punya karyawan dan berbeda dengan pasar tradisional yang melayani pembeli sendiri.

Apalagi jika diterapkan pedagang juga menyediakan tas daurulang atau tas yang bisa digunakan berulang kali.

“Kalau kita harus sediakan tas alternatif maka modal usaha untuk tas belanja juga bertambah. Kantong plastik Rp8 ribu sudah dapat banyak,” tandasnya menanggapi kebijakan larangan penggunaan kantong plastik yang akan diterapkan pasar tradisional.

Aktivitas Pasar
Pembeli yang berbelanja di Pasar Tradisional menggunakan kantong plastik sebagai tempat membawa barang belanjaan. Foto: Ferry Cahyanti

Keberatan penerapan larangan penggunaan kantong plastik juga disampaikan Nurhasanah, pedagang bumbu-bumbuan. Bahkan iapun menolak pelarangan kantong plastik di pasar tradisional karena merasa kesulitan jika diharuskan menyediakan kantong alternatif ramah lingkungan.

“Tapi, bisa saja kalau pembeli sendiri yang bawa kantongnya, bukan kita yang sediakan. Kalau kita yang sediakan kita juga belum ada persiapan, “ ucapnya.

Sementara itu, pengunjung pasar tradisional Natali menyambut baik kebijakan larangan penggunaan kantong plastik tersebut. Karena menurutnya, kebijakan itu sebagai bentuk upaya mengurangi sampah plastik.

“Bagus-bagus aja ya kalau diterapkan secara merata. Manfaatnya juga untuk lingkungan,” pungkasnya.

Namun demikian, sebelum penerapan dilakukan di pasar tradisional sosialisasi atau edukasi tentang larangan penggunaan kantong plastik harus lebih massif agar pemahaman masyarakat tentang bahaya sampah plastik juga dapat dipahami.

Baca Juga
Lihat juga...