Pelajar di Lamsel Siap Sambut Obor Asian Games 2018

Editor: Koko Triarko

336
LAMPUNG – Menyambut perhelatan Asian Games XVIII 2018 di Jakarta dan Palembang, sejumlah elemen di berbagai daerah siap menggelar acara penyambutan. Tak kecuali, para siswa SMPN 1 Penengahan, Lampung Selatan.
Kepala Bidang Kurikulum SMPN 1 Penengahan, Drs. Supangat, menyebut siswa sekolah akan dilibatkan menyambut, jika Obor Asian Games 2018 melintas di Lampung Selatan.
Menurutnya, rencana tersebut melihat jadwal keliling kirab obor yang akan dibawa ke wilayah Lampung, sekitar bulan Agustus, nanti. Sesuai jadwal, katanya, kirab Obor Api Asian Games 2018 akan melintas di wilayah Palembang-Musi, Banyuasin-Pangungkal, Abab-Lematang, Ilir-Prabumulih-Ogan Ilir-OKI, pada 3-7 Agustus.
Selanjutnya, Obor Asian Games 2018 akan diarak ke wilayah Tulang Bawang dan wilayah Lampung pada 7-8 Agustus.
“Melihat jadwalnya, kirab obor akan melalui sejumlah kota di Lampung, jadi kita siapkan siswa untuk menyambut, teknisnya seperti ketika kunjungan Presiden ke Lamsel, siswa berjajar di Jalinsum membawa bendera merah putih menyesuaikan kondisi,” terang Supangat, saat dikonfirmasi Cendana News, Jumat (20/7/2018).
Ia juga mengatakan, pelaksanaan Asian Games XVII di Jakarta dan Palembang telah disosialisasikan kepada siswa. Bahkan, kegiatan olah raga Asian Games 2018 itu juga sekaligus menjadi materi dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), di antaranya jumlah negara peserta, waktu pelaksanaan, cabang olah raga yang dipertandingkan hingga maskot Asian Games 2018.
Menurut Supangat, materi tentang Asian Games diselipkan dalam kegiatan MPLS, mengingat Lampung menjadi provinsi  tuan rumah pendukung dengan Sumatera Selatan, satu kota penyelenggara Asian Games 2018, selain Jakarta.
Keberadaan Jalan Tol Trans Sumatera yang melintas di Lampung, diakuinya juga menjadi salah satu infrastruktur penunjang kegiatan Asian Games 2018. Sejumlah kuis sekaligus materi terkait Asian Games juga disampaikan dalam pelajaran olah raga bersama yang digelar di sekolah.
Supangat juga menyebut, telah menugaskan kepada guru bidang studi olah raga untuk menyelipkan materi terkait Asian Games 2018. Salah satunya, memperkenalkan logo Asian Games 2018, berupa sketsa tampak atas Stadion Utama Gelora Bung Karno, dengan matahari di bagian tengahnya.
Drs. Supangat, Kepala Bidang kurikulum SMPN 1 Penengahan memberikan materi pada MPLS sekaligus menyampaikan informasi terkait Asian Games 2018 [Foto: Henk Widi]
“Hal-hal berkaitan dengan Asian Games sekaligus ikut mendorong siswa bisa ikut berprestasi dalam bidang olahraga”, katanya.
Tiga maskot Asian Games 2018 yang terdiri dari tiga satwa langka di Indonesia, yakni Kaka, Si Badak Bercula Satu, melambangkan Indonesia bagian Barat. Burung Cenderawasih yang dijadikan maskot bernama Bhin Bhin berasal dari Indonesia Timur serta Si Atung merupakan Rusa Bawean berasal dari Indonesia bagian Tengah.
“Kami tekankan kepada siswa, agar bisa mengikuti perkembangan Asian Games dalam berbagai hal, sebab bisa jadi akan menjadi materi ujian semester dalam beberapa bidang studi,” tegas Supangat.
Penyelenggaraan Asian Games 2018 juga mendapat respon positif dari salah satu dojo (tempat latihan) olahraga karate.
Khafid Ibrahim, anggota staf pelatih di dojo Anak Singkong, Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, menyebut para siswa yang menekuni olahraga karate juga diajak untuk mengikuti perkembangan perhelatan Asian Games 2018.
Khafid Ibrahim pelatih olahraga karate di Dojo Anak Singkong desa Pasuruan kecamatan Penengahan [Foto: Henk Widi]
Khafid Ibrahim menyebut, pada penyelenggaraan Asian Games dengan 40 cabang olahraga, di antaranya 32 cabang olimpik dan 8 cabang nonolimpik. Cabang olahraga karate sebagai cabang olahraga yang berada di urutan ke-15 cabang olimpik, diakui Khafid Ibrahim sekaligus menjadi kebanggan bagi pecinta karate. Upaya memperkenalkan karate sebagai salah satu cabang olahraga di Asian Games, disebut Khafid Ibrahim juga akan dilakukan di sejumlah sekolah.
“Selama ini ekstrakurikuler olahraga karate masih terbatas dilakukan sejumlah sekolah, sehingga dojo Anak Singkong terus melakukan pengenalan ke sekolah yang belum ada kegiatan karate,” terang Khafid Ibrahim.
Sejumlah sekolah yang sudah aktif melibatkan siswa dalam kegiatan olahraga karate, menurut Khafid Ibrahim, masih terbatas.
Sekolah di wilayah Penengahan meliputi SDN Tanjungheran, SDN Gedongharta, SDN 3 Pasuruan, SDN 2 Pasuruan, SDN Banjarmasin, MI Merambung.
Pada Jumat (20/7), Khafid akan memperkenalkan olahraga karate dalam kegiatan MPLS di SMPN 2 Penengahan. Selanjutnya akan diperkenalkan di SDN Hatta dan SDN Keliling.
Teknik pengenalan karate pada masa MPLS di SMPN 2 Penengahan dilakukan dengan kegiatan demo kata perseorangan, komite dan pertarungan (bunkai). Teknik olahraga karate sebagai salah satu cabang olahraga Asian Games, akan melibatkan Rizky Yulian Putri atau Puput, salah satu anggota karate yang sudah berpestasi di ajang kejuaraan nasional dan internasional, meski masih duduk di bangku SMP.
“Pengenalan ke beberapa sekolah sekaligus menyemangati, bahwa olahraga karate menjadi satu cabor dalam Asian Games 2018,” papar Khafid Ibrahim.
Puluhan anggota Dojo Anak Singkong serta dari sejumlah dojo disebutnya juga akan ikut memeriahkan kirab Obor Asian Games 2018. Obor Asian Games yang dijadwalkan melintas di Lampung pada 7-8 Agustus, akan disambut dengan meriah oleh personel Dojo Anak Singkong, jika melintas di wilayah Lamsel, sebelum dibawa ke Serang pada 9-10 Agustus.
Penyambutan akan dilakukan di tepi Jalinsum, jika obor Asian Games dibawa menyeberang melalui Pelabuhan Bakauheni.
Pantauan Cendana News, kemeriahan Asian Games 2018 juga disambut oleh sejumlah instansi di wilayah Lampung Selatan. Sejumlah kantor desa, kantor kecamatan, Koramil, Polsek hingga pelabuhan Bakauheni memasang banner perhelatan Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang sebagai penyelenggaraan Asian Games XVIII pada Sabtu 18 Agustus hingga Minggu 2 September 2018.
Baca Juga
Lihat juga...