Pelatihan Limbah Minyak Goreng Jadi Sabun, Libatkan Pegiat Lingkungan

Editor: Satmoko Budi Santoso

183

SOLO – Berawal dari banyaknya limbah minyak goreng yang mengendap di sungai-sungai yang ada di Malang, Jawa Timur, sebuah inisiatif pun muncul. Melalui gerakan cinta lingkungan, seorang aktivis mencoba memanfaatkan limbah minyak goreng yang semula dibuang ke sungai, menjadi sabun yang alami.

“Aktivitas di Malang saya terapkan hidup dengan alami, termasuk sabun. Karena saya melihat banyak sekali timbunan busa sabun (konvensional) yang sebenarnya bisa merusak ekosistem alam (sungai). Ditambah lagi limbah minyak goreng yang tidak termanfaatkan dan akhirnya dibuang di sungai dan menumpuk,” ujar pegiat peduli lingkungan, Kristin Yulianti dalam pelatihan pembuatan sabun menggunakan jlantah (limbah minyak goreng), di Solo, Rabu (18/7/2018).

Alasan penggunaan “jlantah” sebagai sabun karena limbah yang satu ini belum ada penanganannya. Selain itu, sabun dari jlantah lebih alami jika dibanding dengan sabun konvensional pada umumnya. “Selain itu, kita bisa kurangi pencemaran lingkungan. Saya juga gunakan lerak, karena lerak kekayaan alam kita,” tandas perempuan 42 tahun itu.

Pegiat peduli lingkungan Kristin Yulianti – Foto Harun Alrosid

Secara pribadi, Yulianti telah menerapkan hidup dengan perlengkapan alami selama 5 tahun, termasuk sabun jlantah dan lerak. Selama menggunakan sabun alami, dirinya juga tidak merasakan efek samping

“Juga tidak merasa kulit saya kering. Saya juga menggunakan untuk cuci muka, dan tidak ada masalah. Kalau hasilnya seperti ini kenapa kita menggunakan sabun pabrikan. Kalau kita bicara ibu bumi, ini tentu bisa mengurangi pencemaran lingkungan,” imbuhnya.

Berawal dari coba-coba dan dimulai dari pribadi, gerakan peduli lingkungan kian tumbuh. Bahkan, di tempat dirinya berasal sudah ada gerakan pengepul jlantah yang dimanfaatkan untuk membuat sabun alami.

Untuk membuat sabun dari jlantah tidaklah sulit, karena hanya menggunakan bahan-bahan yang sudah ada di sekitar kita. “Jlantah itu berasal dari minyak kelapa sawit, disatukan dengan soda api, sudah padat dan sudah jadi sabun,” terang dia.

Untuk lebih jelas, dirinya membuat testimoni pembutan sabun dari jlantah. Bahan yang dibutuhkan seperti minyak jlantah, arang, soda api, daun pandang dan air. Proses pembuatan sabun dari jlantah dimulai dari menyiapkan peralatan yang dibutuhkan baik untuk mencampur soda api dengan air pandan yang telah dicampur dengan tumbukan arang.

“Diusahakan alat-alat yag digunakan berbahan platik, jangan aluminum,” jelasnya.

Selanjutnya, soda api dimasukkan ke campuran air pandang dan diaduk hingga benar-benar larut serta dibiarkan sampai dingin. Langkah selanjutnya adalah masukkan jlantah yang sudah disaring ke dalam soda api dan aduk hingga mengental.

Setelah itu baru dicetak menggunakan berbahan plastik yang memiliki ketebalan yang cukup. “Diamkan selama semalam lalu potong sabun sesuai dengan ukuran yang diinginkan. Sabun yang baru dibuat harus diangin-anginkan dulu sekitar 2 minggu baru bisa digunakan,” tambah Yulianti.

Manfaat sabun alami dari jlantah tak kalah dengan sabun pabrikan. Sabun dari jlantah juga dapat dimanfaatkan untuk cuci perabotan masak maupun mencuci pakaian. “Orang kalau kenalkan sabun alami, pertanyaan cepet tidak, bersih tidak? Dan ternyata ampuh hilangkan noda. Kita cuci keset, seragam juga ampuh kok. Oleh karena itu, kita ajak mulai saat ini menggunakan bahan-bahan alami untuk melindungi bumi kita dari pencemaran dan kerusakan,” pungkasnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.