Pembangunan Pelabuhan Marina di Sikka, Ditunda

Editor: Satmoko Budi Santoso

377

MAUMERE – Pembangunan Pelabuhan Marina sebagai tempat bersandarnya kapal pesiar yang khusus mengangkut wisatawan di Pantai Wairterang Desa Wairterang Kecamatan Waigete Kabupaten Sikka yang berada di lokasi Taman Wisata Alam Laut (TWAL) Teluk Maumere, ditunda sementara.

“Pembangunan Pelabuhan Marina direncanakan dibangun tahun 2018 atau 2019 untuk sementara ditunda terlebih dahulu termasuk di Kabupaten Alor juga. Ini terjadi karena kondisi keuangan negara yang mengalami kendala dan diprioritaskan untuk sektor lain,” sebut Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sikka, Kensius Dididmus, Minggu (8/7/2018).

Dikatakan Kensius, usulan dari Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT tersebut sudah disetujui dan pembiayaannya menggunakan dana APBN. Namun tiba-tiba pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata menyampaikan bahwa pembangunan tersebut untuk tahun 2018 atau 2019 ditunda dahulu.

Kepala dinas Pariwisata kabupaten Sikka Kensius Didimus. Foto : Ebed de Rosary

“Tetapi kita sudah mempunyai keuntungan karena sudah ada Desain Engineering Detail (DED) yang dilakukan oleh pemerintah pusat sehingga pasti nanti akan dibangun bila anggarannya sudah tersedia. Kami juga sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar,” sebutnya.

Waktu rapat di Maumere bersama pemerintah pusat, provinsi, Kabupaten Sikka dan Alor, lanjut Kensius, hal ini juga diprotes. Namun karena anggarannya belum tersedia, maka bisa dimaklumi. Semua perencanaan dan izin dilakukan oleh pemerintah pusat.

“Untuk tahun 2018 ini kami fokus bangun pelataran parkir dan kamar mandi, wc serta kamar ganti di air panas Blidit Waigete, menara pandang, jalan setapak dan gerbang masuk di pantai Kajuwulu agar destinasi wisata baru bisa lebih ramah menyambut wisatawan, baik lokal maupun mancanegara,” terangnya.

Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya sebelumnya mengatakan, pemerintah Provinsi NTT telah mengusulkan pembangunan pelabuhan Marina di pantai Wairterang kabupaten Sikka serta pulau Alor kabupaten Alor guna mendukung kunjungan wisatawan yang datang menggunakan kapal pesiar.

“Usulan pembangunan pelabuhan Marina ini sudah dilengkapi pula dokumen Detail Engineering Design (DED) dan juga telah menyiapkan empat dokumen Kajian Studi Survei Investigasi Design (SID) untuk pembangunan pelabuhan Marina di empat kabupaten yakni kabupaten Sikka, Alor, Flores Timur dan Ende,” terangnya.

Pembangunan pelabuhan Marina ini, jelas Frans, untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dimana Labuan Bajo telah ditetapkan menajdi salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia. Juga sedang direncanakan dibangun pelabuhan Marina di Labuan Bajo oleh Kementerian Perhubungan melalui PT. Pelindo.

“Kita ingin agar dengan dibangunnya pelabuhan ini bisa mendongkrak kunjungan pariwisata di NTT dan pulau Flores. Pemerintah provinsi juga terus mendorong berbagai pembangunan sarana dan prasarana guna mendukung pariwisata,” ungkapnya.

Baca Juga
Lihat juga...