Pembangunan Puskesmas Kopeta, Dinas PKO Minta Pengalihan Aset

Editor: Mahadeva WS

152

MAUMERE – Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Sikka meminta dilakukan pengalihan aset, jika pemerintah daerah setempat tetap membangun Puskesmas Kopeta di atas lahan di dekat Sekolah TK Pembina Negeri Maumere.

Dinas PKO pada dasarnya meminta agar pembangunan Puskesmas Kopeta tidak dilakukan di lokasi tersebut. Hal itu mempertimbangkan, selain TK Pembina Negeri Maumere, di lokasi juga ada Kantor Pengawas TK dan SD.

Plt. Kepala dinas Pendidikan,Kepemudaan dan Olahraga (PKO) kabupaten Sikka Patrisius Pederiko. Foto : Ebed de Rosary

“Kami minta agar apabila bupati Sikka tetap membiarkan pembangunan Puskesmas Kopeta di lahan yang berada satu kompleks dengan TK Pembina Negeri Maumere maka harus ada pengalihan aset terlebih dahulu. Memang tidak baik kalau sebuah sekolah aplagi taman kanak-kanak berada satu lokasi dengan Puksesmas. Tapi semuanya kami serahkan kepada bupati Sikka untuk menentukan sebab sampai saat ini pun pembangunan tetap dilaksanakan,” sebut Plt. Kepala Dinas PKO Sikka, Patrisius Pederiko, Kamis (26/7/2018).

Wihelmina  Wigu, S.Pd, Kepala TK Pembina Negeri Maumere kepada Cendana News mengatakan, pihaknya tetap menolak dibangunnya Puskesmas Kopeta di dalam satu area dengan sekolah mereka. Hal itu akan berdampak besar bagi anak-anak usia dini yang bersekolah.

“Sejak awal pembangunan kami menolak namun tentunya kami tidak bisa mengambil keputusan. Penolakan itu tertuang dalam surat yang ditandangani saya dan Ketua  Komite, Johanes Jonas Teta,S.Pd. Surat tertanggal 3 Juli 2018 itu juga dikirim kepada Bupati Sikka,” sebutnya.

Pembangunan Puskesmas disebut Wilhelmina, tidak pernah dibicarakan dengan pemilik gedung yang berada di belakangnya. Sememtara hal tersebut, mengganggu proses belajar mengajar yang sedang berlangsung.

“Limbah medis akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Virus dari pasien Puskesmas tertular kepada peserta didik berusia 3-6 tahun. Psikologi anak juga akan terganggu akibat sirene ambulans dan jerit tangis anggota keluarga pasien yang meninggal,” sebutnya.

Sementara itu, DPRD Sikka saat menggelar rapat dengar pendapat dengan Dinas PKO Sikka, Dinas Kesehatan Sikka, Guru TK Pembina Negeri dan komite sekolah meminta, pembangunan Puskesmas Kopeta dihentikan. Diminta lokasi Puskesmas Kopeta untuk dipindah ke lokasi lain di tanah milik pemerintah.

“Kami minta agar pembangunannya dihentikan dan sebaiknya dipindah ke lokasi lain sebab Pemda Sikka masih banyak memiliki tanah kosong. Pembangunan juga menyalahi aturan karena tanah tersebut milik Dinas PKO bukan Dinas Kesehatan,” sebut anggota DPRD Sikka Siflan Angi.

Anggota dewan juga mempertanyakan, ada atau tidaknya proses survey lokasi sebelum pembangunan dilakukan. Sementara untuk penghentian dan pemindahan tersebut diyakini tidak akan menimbulkan masalah karena, prosesnya baru berlangsung satu bulan dan baru membuat pondasi.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.