Pemkab Badung Raih Penghargaan Bakti Koperasi dan UKM

187
Produk UKM yang sudah masuk ritail modern –Foto: Dok CDN

BADUNG  – Pemerintah Kabupaten Badung, Bali, berhasil meraih Penghargaan Bakti Koperasi dan UKM Tahun 2018 yang diberikan oleh Kementerian Koperasi dan UKM RI pada acara Hari Koperasi (Harkop) Nasional.

Keterangan pers dari Humas Badung yang diterima di Mangupura, Badung, Bali, Sabtu, menyebutkan penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Koperasi dan UKM RI, A. A. Gede Ngurah Puspayoga, di Indonesia Convention Exhibition, BSD City, Tangerang, Kamis (12/7) lalu.

Kadiskop, UKM dan Perdagangan Badung, Ketut Karpiana, mengatakan, penghargaan tersebut diraih tidak lepas dari komitmen Pemkab Badung dalam upaya meningkatkan dan mengembangkan koperasi dan UKM di wilayah setempat.

“Diraihnya penghargaan Bakti Koperasi dan UKM ini tidak terlepas dari kerja keras semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, dukungan DPRD Badung, koperasi maupun seluruh masyarakat Badung,” ujarnya.

Ia mengatakan, penghargaan tersebut juga berhasil diraih berkat komitmen tinggi dari seluruh jajaran pimpinan sehingga koperasi dan UKM di Badung mampu berkembang dan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Kami juga sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada pemerintah pusat dan Kementerian Koperasi dan UKM RI yang telah memberikan penghargaan ini kepada Kabupaten Badung,” katanya.

Presiden Joko Widodo, yang membuka kegiatan tersebut mengatakan, dirinya sangat senang karena perkembangan koperasi sudah ada peningkatan yang cukup baik.

“Kontribusi koperasi terhadap PDB ini 4,48 dari sebelumnya 3,99, ada peningkatan yang cukup baik tetapi belum meloncat yang diinginkan, sebuah lompatan sistem ekonomi gotong royong yang kita miliki,” ujarnya.

Presiden Jokowi menjelaskan, koperasi memang harus menjadi sebuah wadah tetapi dengan sebuah skala ekonomi yang besar memiliki efisiensi reproduksi dan distribusinya.

Bahkan, koperasi harus menjadi wadah untuk inovasi dan penggerak inovasi-inovasi. Koperasi juga menjadi tempat para anggota untuk belajar bersama mengenai marketing, mengenai variasi produk.

“Koperasi inilah sistem ekonomi gotong royong yang ingin kita kembangkan terus dan mengumpulkan menebarkan pengetahuan informasi informasi terkini dan juga mengembangkan keterampilan baru di antara anggota anggota koperasi,” ujar Presiden Jokowi. (Ant)

Lihat juga...