Pemkab Gorontalo Pantau Pangkalan Elpiji di Kepulauan

235
Pasokan elpiji 3 kilogram - Foto : Dok. CDN

GORONTALO  – Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, memantau keberadaan pangkalan elpiji di wilayah kepulauan, yaitu Kecamatan Ponelo Kepulauan dan Pulau Dudepo di Kecamatan Anggrek.

“Kami turun langsung untuk memastikan stok gas elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram aman dan tepat sasaran disalurkan oleh pihak agen dan pangkalan di wilayah kepulauan,” ujar Kasubbag Perekonomian, Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Daerah setempat, Dumran Ahmad, di Gorontalo, Sabtu.

Ia mengatakan, khusus di wilayah Ponelo Kepulauan sebelumnya mendapatkan pasokan dari pangkalan terdekat di wilayah darat di Kecamatan Kwandang.

Saat ini, empat desa di wilayah tersebut telah memiliki pangkalan yang dapat memenuhi keperluan masyarakat setempat.

Hasil pantauan pihaknya pun, kata Dumran, harga eceran tertinggi (HET) di wilayah kepulauan yaitu Rp23.000 per tabung isi 3 kilogram.

Pada kunjungan itu, pihaknya mengimbau, agar tidak ada pangkalan yang menaikkan harga jual secara sepihak, sebab HET Rp23.000 sudah termasuk biaya transportasi.

Khusus di Kecamatan Ponelo Kepulauan, kata Dumran, terdapat tiga pangkalan, yaitu dua pangkalan di wilayah Ponelo Pusat yang juga memenuhi kuota atau jatah untuk wilayah Desa Malambe atau desa terujung, serta satu pangkalan di Desa Tihengo.

Pihaknya tidak hanya memantau ketersediaan gas elpiji bersubsidi, namun memastikan agar masyarakat atau rumah tangga miskin dapat terlayani sesuai sasaran dan kebutuhan.

Sosialisasi pun diberikan agar masyarakat berpenghasilan menengah ke atas di wilayah kepulauan segera beralih menggunakan elpiji non subsidi sebab gas bersubsidi diharapkan hanya benar-benar dimanfaatkan oleh rumah tangga miskin.

“Masyarakat berpenghasilan menengah ke atas, diharapkan sudah beralih menggunakan minimal ‘Bright Gas’ ukuran 5 kilogram dengan harga isi ulang Rp85.000,” ujarnya.

Jatah elpiji bersubsi untuk tahun 2018 di kabupaten itu menjangkau 11 kecamatan, mencapai 2.616 metrik ton (MT). (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...