Pemkab Pesisir Selatan Bangun Pasar Tradisional Baru

Editor: Satmoko Budi Santoso

238

PESISIR SELATAN – Sebanyak tujuh pasar yang ada di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, dilakukan revitalisasi dan juga pembangunan baru pada tahun 2018 ini.

Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, mengatakan pada tahun 2018 Dinas Koperindag melalui anggaran DAK dan APBD melakukan pembangunan baru dan juga ada merevitalisasi pasar.

Lokasi tujuh pasar yang akan dibangun itu diantaranya Pasar Muara Sakai Rp 2 miliar merupakan pasar baru dibangun, begitu juga untuk Padang Cupak Lakitan Utara dengan dana Rp.703.014.700 juga merupakan pembangunan pasar baru.

Lalu untuk Pasar Labuhan Rp1 miliar DAK pasar yang dilakukan revitalisasi. Tapan Rp5 Miliar melalui APBD juga dilakukan revitalisasi, Lumpo Rp1.484 miliar melalui APBD juga direvitalisasi, Balai Lasa Rp2,5 miliar dari APBD juga direvitilasi, dan Pasar Mandeh Rp 5 miliar yang bersumber dari APBD merupakan pembangunan lanjutan.

Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni/Foto: M. Noli Hendra

“Untuk semua pasar itu sudah kontrak dan sudah berjalan. Begitu juga untuk proses lelang juga telah siap, seperti untuk Pasar Koto XI Tarusan, yang merupakan pembangunan pasar baru, dan pasar Air Haji,” katanya, Sabtu (7/7/2018).

Ia menyebutkan untuk semua proses pekerjaan, baik itu untuk pembangunan baru maupun revitalisasi, akan rampung pada tahun 2018. Seperti untuk beberapa pasar lainnya, yaitu Tapan, Balai Lasa dan Pasar Mandeh dilanjutkan pada tahun 2019.

“Kami berharap pembangunan pasar di Kabupaten Pesisir Selatan bisa berjalan optimal, demi kepentingan masyarakat banyak,” sebutnya.

Hendrajoni mengatakan pasar – pasar yang direvitalisasi itu merupakan pasar – pasar tradisional yang kini kondisinya butuh dilakukan perbaikan. Seperti kondisi atap pasar, lantai tempat lapak dagangan, jalan, aliran pembuangan air, dan listrik untuk penerang pasar.

Ia mengaku revitalisasi dan pembangunan pasar baru sangat perlu dilakukan, karena hal itu sebagai upaya memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang datang ke pasar.

Khusus untuk pasar baru, merupakan upaya mengantisipasi pasar tumpah yang tidak memiliki tempat layak. Untuk itu dengan adanya pembangunan pasar baru, bisa memberikan tempat yang layak, dan ditempatkan di lokasi yang aman.

“Pasar merupakan pusat aktivitas masyarakat. Jadi perlu diberikan rasa aman bagi masyarakat di saat berada di pasar. Kalau cuaca hujan, maka kondisi pasar bisa becek, maka kami perlu melakukan perbaikan pasar seperti itu,” ungkapnya.

Hendrajoni menilai jika pasar terlihat bersih, maka barang yang dijual di pasar juga akan bersih. Sehingga antara penjual dengan pembeli, sama-sama merasakan keuntungan dan kenyamanan.

“Kalau pasarnya becek, tentu tidak nyaman lagi untuk pergi ke pasar. Tidak hanya tidak nyaman dengan kondisi becek, tapi juga banyak lalat yang bertebangan,” katanya.

Untuk itu, Hendrajoni menegaskan upaya Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan untuk melakukan perbaikan dan pembangunan baru pasar, bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“Untuk saat ini memang baru 7 pasar. Ke depan kita upayakan akan ada penambahan perbaikan ataupun pembangunan pasar baru lagi,” ujar Hendrajoni.

Baca Juga
Lihat juga...