Pemkab Sikka Ajukan 212 Formasi CPNS

Editor: Mahadeva WS

7.448

MAUMERE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sikka mengajukan 212 formasi Pegawai negeri sipil (PNS) untuk seleksi penerimaan 2018. Kemungkinan, agenda penerimaan PNS akan dibuka akhir Juli atau Agustus 2018 mendatang.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) kabupaten Sikka Dra.Martha Huberty Pega. Foto : Ebed de Rosary

“Menindaklanjuti surat Menpan RB tanggal 17 Desember 2017, kami sudah mengajukan usulan ASN. Untuk Kabupaten Sikka ada 212 orang sesuai dengan analisis jabatan dan analisis beban kerja,” sebut Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Sikka Dra. Martha Huberty Pega, Jumat (20/7/2018).

Dari 212 orang yang diusulkan tenaga guru sebanyak 40 orang dengan rincian guru SD 15 orang, SMP 24 orang dan SKB 1 orang. Sedangkan untuk tenaga kesehatan diusulkan sebanyak 65 orang.

“Untuk tenaga teknis yang diusulkan Pemkab Sikka sebanyak 97 orang dan kami diminta untuk mengajukan usulan sarjana Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) sebanyak 10 orang. Jumlah usulan ini sesuai dengan jumlah ASN yang pensiun, meninggal dunia dan mengundurkan diri,” tambahnya.

Informasi dari Menpan RB yang diterima BKD Sikka, di akhir Juli 2018 ini akan ada penerimaan ASN bagi pemerintah pusat dan daerah. Untuk  pemerintah daerah diprioritaskan formasi tenaga guru, kesehatan dan teknik infrastruktur yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur.

Tetapi tidak menutup kemungkinan, jika ada kebutuhan mendesak, daerah tetap bisa mengajukan. “Kami sudah mengajukan usulan rencana kebutuhan pegawai dengan mengacu kepada tiga penerimaan pegawai yang diprioritaskan tadi dan kami juga mengusulkan tenaga teknik informatika,akuntasi dan lainnya,” bebernya.

Pelaksanaan seleksi penerimaan PNS menggunakan sistem seleksi baru yang terintegrasi dan transparan. Prosesnya menggunakan satu portal, yaitu portal nasional sscndikdin.bkn.go.id. Penanggungjawab kegiatannya ada di Badan Kepegawaian Nasional (BKN). “Memang ada informasi pembukaannya di akhir bulan Juli 2018 nanti tapi sampai saaat ini kami juga belum dapat informasi. Nanti setelah formasinya ditetapkan maka pasti akan kami sampaikan secara terbuka kepada masyarakat baik melalui radio dan media massa lainnya,” sebutnya.

Seleksi CPNS terakhir di Sikka digelar pada 2014 silam. Dan baru di 2018 akan ada seleksi kembali namun dengan sistim zero growth atau tidak ada pertumbuhan. Artinya, diberikan alokasi berdasarkan jumlah ASN yang pensiun meninggal dunia dan mengundurkan diri.

Sistem CAT untuk mendapatkan standar minimal kompetensi dasar bagi pelamar CPNS. Hal ini penting untuk mewujudkan profesionalisme Pegawai Negeri Sipil (PNS). “Semua pendaftaran menggunakan sistim online sementara tes tertulisnya dilakukan di Kabupaten Sikka dengan Sistem Computer Assisted Test (CAT) yakni metode seleksi menggunakan Software dengan alat bantu computer,” terangnya.

Anggota DPRD Sikka Yohanes A.J.Lioduden berharap, penerimaan PNS 2018 sesuai dengan usulan kebutuhan CPNS yang diajukan. Hal itu mengingat banyak tenaga kesehatan dan guru yang masih berstatus honor daerah.

“Bukan itu saja, banyak tenaga kesehatan yang berstatus Tenaga Kerja Sukarela (TKS) yang bekerja tanpa mendapatkan gaji. Menjadi PNS memang selalu menjadi dambaan semua tamatan pergururan tinggi terutama di NTT sehingga pasti akan banyak yang melamar nantinya,” sebutnya.

Yani Making berharap, dengan sistim online dan terpusat, prosesnya akan lebih transparan dan tidak ada lagi KKN dalam pendaftaran dan seleksi nanti. Dengan demikian siapapun yang lolos pastinya mempunyai kompetensi di bidang tersebut.

Baca Juga
Lihat juga...