Pemkot Magelang Ajukan Penambahan 154 ASN

Ilustrasi ASN - Foto Dokumentasi CDN

MAGELANG  – Pemerintah Kota Magelang, Jawa Tengah, tahun ini mengajukan penambahan 154 aparatur sipil negara (ASN) ke pemerintah pusat guna mengatasi kekurangan pegawai negeri yang bertugas di daerah setempat.

“Kita usulkan penambahan pegawai untuk mengatasi kekurangan,” kata Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito dalam keterangan tertulis di Magelang, Rabu.

Ia mengatakan, jumlah ASN di lingkungan Pemkot Magelang dari waktu ke waktu makin berkurang, sedangkan pelayanan kepada masyarakat tidak pernah berhenti setiap hari.

“Itu yang saya pikirkan dalam rangka melayani masyarakat lebih maksimal,” katanya setelah acara penyerahan tahap pertama piagam penghargaan kepada 77 ASN di lingkungan pemkot setempat yang memasuki pensiun tahun ini. Penyerahan penghargaan itu berlangsung di Pendopo Pengabdian Kompleks Rumah Dinas Wali Kota Magelang.

Pemkot berusaha mengatasi kekurangan ASN dengan merekrut pegawai berstatus kontrak atau alih daya, terutama untuk pelayanan dasar dan mengajukan permintaan penambahan pegawai negeri ke pemerintah pusat.

“Makanya, selama ini kita berusaha agar guru-guru yang ‘out sourcing’ (alih daya) itu diperhatikan. Salah satunya dengan memberikan honor yang sesuai Upah Minimun Regional dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah,” kata dia.

Dengan didampingi Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan Pemkot Magelang Aris Wicaksono, ia menjelaskan selama sekitar delapan tahun terakhir total kekurangan ASN kira-kira 800 orang, terutama untuk bidang pendidikan, kesehatan, dan tenaga teknis lainnya.

Kekurangan itu, ujarnya, karena banyak ASN pensiun, sedangkan pemerintah pusat menerapkan moratorium penerimaan sehingga tidak ada penerimaan ASN baru.

Aris menjelaskan setiap tahun sekitar 100 pegawai pemkot setempat pensiun. Namun, total pegawai pemkot setempat yang pensiun pada 2018 berjumlah 154 orang, termasuk Sekretaris Daerah Sugiharto yang akan memasuki masa persiapan pensiun mulai 1 Agustus mendatang, sedangkan masa pensiun mulai Juli 2019.

“Permintaan Pak Sekda untuk cuti MPP (masa persiapan pensiun) atau bebas tugas, sudah turun,” ucap dia.

Pemkot setempat dalam dua tahap memberikan tanda penghargaan kepada 154 pegawai yang pensiun pada 2018. Penyerahan tanda penghargaan untuk 77 pegawai yang pensiun terhitung sejak Januari hingga Juli dilaksanakan pada Rabu, sedangkan sisanya pada Desember 2018.

Sebanyak 77 pensiunan itu, meliputi golongan IV berjumlah 36 orang, golongan III dan golongan II, masing-masing 20 orang, serta golongan I satu orang. (Ant)

Lihat juga...