Pemprov DKI Kembalikan Warna Separator Jalan

Editor: Mahadeva WS

1.316

JAKARTA – Separator jalan di Jakarta  yang sempat dicat berwarna-wani akhirnya dikembalikan menjadi hitam dan putih. Hal itu dikarenakan, pewarnaan separator diatur dengan ketentuan.

Pewarnaan pembatas jalan atau marka memiliki tujuan khusus, yaitu keselamatan lalu lintas. Hal tersebutlah yang membuat separatot tidak boleh dicat dengan sembarang warna untuk estetika. “Ada ketentuan mengenai marka-marka jalan. Dan Asisten Pembangunan kemarin menjelaskan bahwa ketentuan tentang marka jalan penting untuk ditaati. Karena memiliki fungsi tidak hanya untuk estetika tapi juga untuk safety,” kata Gubernur DKI Jakarta Anies Bawesda di Monas, Selasa (31/7/2018).

Sebelumnya Anies mengatakan, pengecatan warna-warni separator jalan adalah bagian dari persiapan Pemprov DKI Jakarta menyambut Asian Games 2018. Warna-warni itu disebutnya, membuat Jakarta semakin beautifikasi dan tidak boleh pudar saat cuaca panas maupun hujan.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno juga meminta masyarakat mengapresiasi semangat pasukan oranye mengecat separator jalan tersebut. Dia menilai, inisiatif petugas PPSU dengan mengecat separator jalan dan membuat mural menunjukkan masyarakat Jakarta sudah terserang demam Asian Games.

Sandiaga juga meminta masyarakat tidak mempermasalahkan warna separator jalan maupun lukisan mural yang dikerjakan pasukan oranye. “Mestinya kita berterima kasih, bukan saling ribut kenapa warnanya ini, warnanya itu, masih untung mereka mau ngerjain loh,” kata Sandiaga.

Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Yusmada menegaskan, alasan utama kembali di cat hitam putih karena ada faktor keselamatan. “Iya alasan utama keselamatan pengguna jalan. Itu diatur pewarnaan itu ada maknanya. Memang kita akan coba arahkan, Pak Gubernur mungkin regulasinya soal warna-warna itu yang punya warna lalu lintas,” ucap Yusmada.

Menurutnya, Pemprov DKI Jakarta belum memiliki peraturan daerah yang mengatur khusus persoalan pembatas jalan. Sehingga pewarnaan dilakukan dengan warna universal, seperti hitam, putih, merah dan kuning. “Semuanya belum ada (peraturan) pewarnaan itu. Yang lain-lain di kota besar itu aturan-aturan lokal. Misal contoh bahwa di samping itu tidak boleh berhenti parkir sama sekali dibantu warna putih merah,” jelasnya.

Ketentuan mengenai marka jalan tercantum dalam Permenhub No.34/2014. Khusus untuk pewarnaan marka jalan, disebutkan dalam pasal 4 ayat 1 yang menyebut, marka jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 dapat berwarna, putih, kuning, merah, warna lainnya.

Sebelumnya, salah satu pembatas jalan di daerah Pasar Rebo, Jakarta Timur, yang awalnya memiliki warna beraneka ragam, saat ini kembali menjadi berwarna hitam-putih. Informasi pengecatan ulang itu didapatkan dari sebuah posting di media sosial pada Minggu (29/7). Dalam posting foto di media sosial itu terlihat ada sejumlah petugas PPSU mengecat ulang pembatas jalan yang sudah berwarna-warni itu.

Separator jalan di sejumlah lokasi di Jakarta sempat dicat warna-warni menjelang perhelatan Asian Games 2018. Separator yang telah dicat warna-warni antara lain di Jalan Warung Jati Barat, Jakarta Selatan, dan di Jalan Raya Mabes Hankam, dekat Taman Mini Indonesia Indah (TMII) arah Kampung Rambutan, Jakarta Timur. Di Warung Jati Barat, separator warna-warni terlihat di perempatan Pejaten Village di dekat Halte Transjakarta Pejaten Philips hingga sebelum Halte Transjakarta Buncit Indah.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Yusuf mengatakan, separator jalur transjakarta atau busway boleh dicat warna-warni asal memenuhi beberapa ketentuan. Pertama, warna-warna pada separator jalan itu harus punya tujuan yang jelas. “Tergantung tujuannya untuk apa, kalau untuk Asian Games itu waktu Asian Games saja mungkin diperbolehkan,” kata Yusuf di Mapolda Metro Jaya.

Kemudian yang kedua, warna-warna pada separator harus jelas batas waktunya. Artinya, penerapan warna tersebut tidak boleh permanen. Dia mengatakan, pihaknya telah menerima surat pemberitahuan dari Pemprov DKI Jakarta mengenai pengecatan sejumlah separator dan beberapa tembok di Jakarta untuk menyambut Asian Games 2018. Namun, dia ingin Pemprov DKI bisa menjamin warna separator akan dikembalikan seperti semula setelah ajang Asian Games selesai.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.