Pemprov Sumatera Barat Dorong Pemekaran Nagari untuk Kemajuan Daerah

Editor: Satmoko Budi Santoso

196
Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit saat berada di daerah pemakaran tepatnya di Kabupaten Padang Pariaman/Foto: M. Noli Hendra

PADANG – Sejumlah daerah di Sumatera Barat yang terdiri dari desa/nagari telah dilakukan pemekaran. Seperti halnya ada di Kabupaten Padang Pariaman, sebelumnya telah ada 60 nagari.

Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit, mengatakan, di Kabupaten Padang Pariaman dari jumlah nagari yang ada, kini telah dimekarkan dan bertambah 43 nagari. Artinya, dengan telah adanya pemekaran itu, nagari di Padang Pariaman telah mencapai 103 nagari.

Ia menyebutkan, dengan terlaksananya pemekaran nagari akan banyak hal positif ke depan, seperti percepatan peningkatan kualitas pelayanan publik dan efektivitas penyelenggara pemerintahan nagari.

Selain itu, keberadaan nagari-nagari baru, dapat memangkas jarak pelayanan. Hal demikian akan mempercepat masyarakat dalam pelayan, lebih hemat waktu dan lebih hemat biaya.

Manfaat selanjutnya ialah adanya upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat nagari. Karena sejak ditetapkan kode registrasi nagari pemekaran Kemendagri akan diikuti oleh kucuran dana Desa dari APBN dan APBD kabupaten.

“Kucuran dana ini akan mempercepat pembangunan dan pemberdayaan masyarakat nagari tersebut,” katanya, Rabu (18/7/2018).

Menurutnya, dengan ada nagari baru akan membuka lapangan pekerjaan kepada anak nagari. Hal ini dikarenakan adanya kebutuhan terhadap pekerja di Kantor Pemerintah Nagari
Mulai dari tenaga Badan Permusyawaratan Nagari (Bamus) serta Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag). Selain itu juga berdampak pada usaha-usaha baru karena adanya aktivitas nagari yang menyebabkan perputaran uang.

Lebih lanjut Nasrul menjelaskan, saat ini kode registrasi Nagari Persiapan telah terlaksana dalam pemekaran nagari berdasarkan ketentuan Permendagri 1 tahun 2017 tentang Penataan Desa sebanyak 117.

Dari 49 nagari induk yang diusulkan kabupaten di Sumatera Barat, yang terdiri dari Kabupaten Agam, Solok Selatan, Pasaman, Pasaman Barat dan Sijunjung. Dari kode regustrasi nagari persiapan tersebut telah melantik walinagari persiapan.

“Kita berharap semoga nanti dalam 1-3 tahun, 117 nagari persiapan dapat menjadi nagari definitif dan mendapatkan hak yang sama dengan nagari induk sekarang,” ucapnya.

Selanjutnya, kata Nasrul, dengan adanya pemekaran nagari tersebut, diharapkan akan berdampak terhadap peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan nagari mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pertanggungjawaban dan pengawasan.

Hal tersebut diutarakannya, karena kondisi demikianlah diharapkan akan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menyampaikan kebutuhan-kebutuhannya dalam meningkatkan taraf hidup mereka serta bersama-sama mengawasi jalannya pembangunan nagari.

Sementara itu, Wakil Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur mengatakan, dengan adanya pemekaran itu turut membanggakan bagi Kerapatan Adat Nagari (KAN), Ketua KAN yang langsung mendorong pemekaran.

“Nagari Sungai Buluah yang awal berdiri sendiri saat ini telah menjadi lima nagari baru defenitif dan sudah dibakukan juga pemilihan wali nagari serentak pada tahun 2018,” jelasnya.

Ia menyebutkan, Sungai Buluah memiliki jumlah penduduk 20.000 jiwa dan nagari yang terluas di Kecamatan Batang Anai Padang Pariaman. Mudah-mudahan dengan pemekaran masyarakat Sungai Buluh semakin maju dan sejahtera.

Baca Juga
Lihat juga...