Pemprov Sumbar Berupaya Wujudkan Kawasan Silokek jadi Geopark

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

226

SIJUNJUNG — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyatakan serius untuk mempercepat penetapan status Kawasan Silokek menjadi Geopark. Gubernur Irwan Prayitno menyatakan siap turun memberi bantuan serta akan membuat program di tingkat provinsi untuk mengakselerasinya.

“Saya siap membantu, karena Bupati Sijunjung beserta jajaran sangat aktif dalam pembangunan geopark ini, semoga dapat selesai sebelum masa jabatan saya dan bupati berakhir,” ujarnya, Minggu (22/7/2018).

Ia menyebutkan, untuk mewujudkan geopark ini, diperlukan kebulatan, kesungguhan tekad serta komitmen yang kuat dan kerja sama sinergis antar pihak yang berkepentingan.

“Semoga dengan tekad tersebut akan memberikan sebuah hasil yang manis, yakni kesejahteraan masyarakat Sumbar, khususnya Sijunjung,” katanya.

Atas dasar itu, Irwan mengharapkan kerja sama aktif dan bantuan dari tokoh nasional asal Sijunjung, Syafi’i Ma’arif, agar dapat melakukan pendekatan dan persuasi kepada Presiden atau kementerian/lembaga terkait di Pusat.

Menurutnya, hal tersebut guna memaksimalkan peluang percepatan tersebut, serta membawa usulan bantuan anggaran sebesar Rp400 M dari rencana anggaran total pembangunan Kawasan Silokek sebesar Rp1 T.

“Jadi kita akan titip usulan anggaran sebesar 400 M untuk Geopark ini,” sebutnya.

Menjawab permintaan itu, Syafi’i Ma’arif di kesempatan yang sama menyatakan akan mengupayakan semaksimal mungkin.

“Saya akan berusaha memberikan yang terbaik untuk kampung saya. Mohon dukungan juga dari Gubernur dan Bupati beserta seluruh jajaran,” sebutnya.

Bagi Syafi’i, pembangunan Kawasan Silokek agar dapat ditetapkan sebagai salah satu Geopark Indonesia hingga terdaftar di organisasi dunia sekelas UNESCO merupakan upaya baik dalam rangka menyiapkan warisan berharga bagi tunas-tunas Sijunjung kelak.

“Di kampung saya saja (Sijunjung), begitu banyak potensi yang dapat dimanfaatkan. Usaha kita ini, saya yakin, sangat banyak manfaatnya terutama bagi para anak cucu nantinya,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Penyusun Geopark Silokek, Febri Annas Ismail dalam paparannya menyebutkan, setelah melalui proses kajian dan penyusunan masterplan oleh Balitbang Sumbar, Pemkab Sijunjung, serta melibatkan pakar dalam dan luar Sumbar, tak sepenuhnya salah jika dikatakan Kawasan Silokek merupakan yang paling potensial dan unggul dari sembilan titik geopark lain di Sumbar.

Keunggulan tersebut, ditopang oleh beberapa faktor, antara lain: faktor geologis, faktor adat dan budaya, sejarah bangsa, serta faktor agama.

“Dengan luas kawasan 1.300 km persegi dan terletak di 2 kecamatan yakni Sijunjung dan Sumpur Kudus, Silokek punya keunggulan geologi, punya kampung adat, punya museum dan perpustakaan Rajo Ibadat, ada lagi Biologi Center yang terletak di daerah Paru,” paparnya.

Lebih lanjut Febri menguraikan, secara geologis, bebatuan di Kawasan Silokek adalah bebatuan tua berumur kurang lebih 359 juta tahun, terdiri dari kelompok batuan gamping, sedimen, metamorf, dan granit.

“Ditambah, sejauh ini kami telah menemukan 18 gua,” ungkapnya.

Mengenai agama, adat dan budaya, Febri menyebutkan, Sumpur Kudus merupakan daerah di mana Rajo Adat, salah satu dari 4 raja yang menjadi pilar berdirinya Kerajaan Minangkabau, bermukim.

Dari Sumpur Kudus pula, sambungnya, eksistensi negara pada masa Pemerintah Darurat Republik Indonesia disiar-sebarkan ke dunia.

Tiga faktor itu, disempurnakan dengan alam yang masih relatif asli yang menampung kurang lebih 45 ribu jenis flora dan fauna.

Berpijak pada faktor-faktor inilah kemudian, Febri melanjutkan, Tim mencoba membungkus potensi Silokek dengan konsep konservasi yang memiliki nilai edukasi, kearifan lokal, nilai ekonomi. Ia harap, konsep yang digagas pada akhirnya mampu mendorong tumbuhnya ekonomi masyarakat.

“Berpilar pada aspek konservasi dan edukasi, kita harap ada pengembangan nilai ekonomi lokal melalui kegiatan pariwisata,” harapnya.

Ia menekankan, harapan yang ia utarakan bukan harapan kosong. Pendapatnya ini didasarkan pada perkembangan Geopark Gunung Sewu dan pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan tersebut.

“Contohnya Geopark Gunung Sewu di pulau Jawa. Pada 2012, kunjungan wisatawannya 609.115 orang. Pada tahun 2018 meningkat drastis menjadi 5 jutaan orang. Begitu pula pendapatan asli daerahnya, 2012 sebesar 8,2 M, 2018 menjadi 42 M,” pungkasnya

Pada kesempatan yang sama, Pemkab Sijunjung menyebutkan, pertemuan yang hari ini dilakukan adalah salah satu upaya agar Silokek cepat meraih dukungan Pemerintah Pusat.

Pemkab Sijunjung lebih lanjut mengharapkan Pemprov Sumbar dapat menindaklanjuti pertemuan ini dengan Penandatangan MoU antara Pemprov dengan Pemkab dalam rangka percepatan pengembangan dan pembangunan Silokek.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.