Pemprov Sumbar Membuka Diri terhadap Perkembangan Inovasi Teknologi

Editor: Satmoko Budi Santoso

224
Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno saat melihat kondisi Kereta Api Bandara Minangkabau Ekspres/Foto: M. Noli Hendra

PADANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyatakan, terbuka untuk setiap inovasi teknologi yang dikembangkan perguruan tinggi, baik negeri, swasta, maupun asing, bagi daerah Sumatera Barat.

Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, mengatakan, keterbukaan tersebut, dalam rangka mengakselerasi laju Sumatera Barat menuju provinsi madani dan sejahtera. Untuk itu, Pemprov siap memfasilitasi dan mendukung ragam inovasi yang dikembangkan perguruan tinggi.

“Dari Pemprov siap memfasilitasi dan mendukung semua inovasi perguruan tinggi. Karena hal demikian bagian dari mendukung karya anak bangsa, ” katanya, saat menghadiri kegiatan Institut Teknologi Padang (ITP), Rabu (25/7/2018).

Menurutnya, inovasi adalah kunci kemajuan. Segala sesuatu yang bergerak stagnan dan monoton tanpa inovasi akan senantiasa berjalan di tempat.

Di sisi lain, inovasi adalah salah satu instrumen paling efektif jika ingin menyiasati keterbatasan sumber daya yang seringkali membatasi gerak entitas apapun untuk berkembang.

Irwan menilai dua manfaat itu, sudah cukup bagi Pemprov Sumatera Barat sebagai landasan untuk menerapkan ragam inovasi dalam pelayanannya. Artinya dengan demikian Sumatera Barat akan menjadi daerah yang madani dan sejahtera.

“Di pemerintahan pun, kita laksanakan inovasi baru untuk menuju Sumatera Barat madani sejahtera,” ujarnya.

Rektor Institut Teknologi Padang, Hendri Nofrianto berharap, kegiatan yang diselenggarakan oleh ITP yakni 2nd ICTIS-S2B yang ditaja dapat menjadi wadah yang darinya lahir produk-produk pemikiran yang inovatif dan berdaya guna.

“Saya tidak memiliki keraguan sedikit pun bahwa pertemuan ini akan membuahkan hasil yang baik. Kami harap pertemuan kali ini menjadi jalan untuk mengembangkan inovasi-inovasi teknologi,” harapnya.

Harapan yang sama juga diutarakan Koordinator Kopertis Wilayah X. Dikatakannya, “Semoga pertemuan ini bisa mendorong terciptanya produk-produk inovasi yang bisa bermanfaat secara global.”

2nd ICTIS-S2B yang diagendakan akan berlangsung selama 2 hari 25-26 Juli 2018 diikuti perwakilan dari 10, meliputi: Indonesia, Malaysia, Jerman, Korea Selatan, Amerika Serikat, Rusia, Belanda, Taiwan, Nigeria, dan Jepang.

Sebagai narasumber, penyelenggara menghadirkan empat Pembicara Kunci, yakni Direktur Science-to-Business Marketing Research Centre Jerman Prof. Thomas Baaken, Presiden PT Iltalbi Bara Utama Ilham Akbar Habibie, Direktur Internasional Centre for Transformational Enterpreneurship Prof. Gideon Maas, dan CEO University Industry Innovation Network Amsterdam Arno Meerman.

Secara garis besar, dengan judul paparan Science-to-Business Marketing, Baaken menyoroti belum maksimalnya aplikasi strategi pemasaran pada riset-riset ilmiah yang berdampak pada rendahnya minat industri atau donatur potensial untuk membiayai atau bahkan mengomersilkan riset bersangkutan.

“Dari 101 penelitian teratas yang diterbitkan dalam jurnal-jurnal akademik top internasional, hanya 5 saja yang berlanjut hingga dikomersilkan, itupun dua dekade setelahnya. Bayangkan, kurang dari 5%,” ungkapnya.

Padahal, sambungnya, dunia riset dan industri seharusnya dapat menjadi seperti perempuan jelita dan katak dalam dongeng khas Eropa Daratan, di mana katak akan menjelma menjadi pangeran dan keduanya akan berbahagia sebagai ratu dan raja saat mereka berciuman.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.