Pemuda Desa Pasuruan Diberi Pelatihan Las Listrik Gratis

Editor: Mahadeva WS

282

LAMPUNG – Pemerintah Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan menggelar pelatihan kejuruan las listrik. Pelatihan digelar dengan mensasar peserta para pemuda desa setempat.

Kepala desa Pasuruan Kartini menyebut, kegiatan pelatihan kejuruan las listrik merupakan hasil kerjasama dengan Unit Pelaksana Tekhnis Balai Latihan Kerja (UPT BLK) Kalianda, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lampung.

Ada 16 pemuda desa setempat yang mengikuti pelatihan. Mereka adalah, pemuda desa yang memiliki dasar pendidikan beragam mulai dari SD,SMP hingga SMK. Para peserta tersebut tercatat belum memiliki keahlian las listrik. Pelatihan tersebut merupakan upaya memberikan keahlian kepada para pemuda desa.

Setelah mengikuti pelatihan, diharapkan mereka bisa menciptakan lapangan kerja atau mencari pekerjaan dengan modal sertifikat keahlian yang dimiliki. “Selama ini banyak pemuda lulusan sekolah yang tidak langsung memiliki pekerjaan. Pelatihan las listrik bisa menjadi bekal keahlian bagi pemuda untuk membuka usaha atau melamar pekerjaan,” jelas Kartini, Rabu (18/7/2018).

Instruktur UPTD BLK Kalianda Disnakertrans Provinsi Lampung Tongku Marpaung menyebut, pelatihan tersebut merupakan bagian dari program Pemprov Lampung. Pelatihan yang dibuka Gubernur Lampung M.Ridho Ficardo tersebut bertujuan untuk mengentaskan pengangguran di Lampung.

Melalui pelatihan yang dilakukan, BLK Provinsi Lampung diharapkan memberi keahlian bagi sejumlah pemuda di pedesaan. “Arus urbanisasi timbul karena kurangnya lapangan pekerjaan di pedesaan sehingga tujuan digelar latihan kejuruan ini agar mereka memiliki keahlian,“ terang Tongku Marpaung.

BLK Provinsi Lampung memiliki program pelatihan seperti sepeda motor, komputer, listrik sub kejuruan instalasi tenaga, elektronika sub kejuruan tekhnisi handphone, menjahit, anyaman, mekanik, furniture, pertanian processing dan perikanan.

Pelatihan yang digelar dengan sumber dana dari APBN 2018 tersebut programnya pelatihan berbasis kompetensi (PBK). Pelatihan las listrik digelar selama tiga minggu dengan lama latihan 160 jam. Pelatihan dibuat dengan sistem kelas dengan jumlah peserta 16 orang. Proses pelatihan, 30 persen teori dan 70 persen praktik. “Melalui praktik langsung teori yang sudah diajarkan bisa diaplikasikan menjadi alat yang bisa dipergunakan untuk kebutuhan desa,” jelas Tongku Marpaung.

Imam (18), salah satu peserta pelatihan menyebut, mengikuti pelatihan karena sudah sejak lama berkeinginan untuk mengikuti kursus serupa di BLK Kalianda. Namun terbentur jarak yang jauh dari rumah, hal tersebut belum bisa teralisasi. Dan kali ini ada kesempatan untuk mengikuti pelatihan di tempat yang lebih dekat.

Melalui pelatihan tersebut, ia berharap bisa memiliki keahlian dalam bidang las listrik sehingga bisa membuka usaha pengelasan. “Keinginan saya untuk bisa ahli dalam bidang las listrik sudah lama beruntung ada kegiatan pelatihan gratis,” tandas Imam.

Baca Juga
Lihat juga...