Penanganan Banjir dan Longsor di Balikpapan Butuh Dana Setengan Triliun

Editor: Mahadeva WS

187

BALIKPAPAN – Bencana banjir dan tanah longsor masih mengancam Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Bahkan ancaman tersebut tidak hilang meski saat ini sudah memasuki musim kemarau.

Beberapa hari lalu, sebagian wilayah Balikpapan tergenang banjir dan di terjadi tanah longsor. Kondisi tersebut terjadi  meski hujan hanya turun sesaat. Kondisi tersebut telah lama dikeluhkan masyarakat Balikpapan. Demi mengatasi bencana tahunan itu, pemerintah setempat menginventarisir penyebab dari bencana tersebut.

Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi, Senin (9/7/2018) memimpin langsung sejumlah staf melakukan pemeriksaan terhadap alur Sungai Ampal. Sungai tersebut merupakan sungai primer yang melintasi pusat kota hingga bermuara ke pantai. Dalam penyisiran yang dilakukan, walikota memutuskan akan mengusulkan tambahan dana.

“Perlu dilakukan penyelesaian secara menyeluruh dari hulu Sungai Ampal, hingga ke hilir. Kami akan melanjutkan pelebaran sungai ampal, mengeruk sedimentasi, dan memelihara drainase, supaya aliran air lancar,” kata Rizal Effendi, usai melakukan inspeksi, Senin (9/7/2018).

Sungai Ampal menjadi titik utama penyelesaian banjir di kota seluas 503 kilometer persegi tersebut. Sungai Ampal merupakan sungai primer yang mengalir melewati Kota. ”Untuk mengatasi seluruh titik rawan banjir dan tanah longsor dibutuhkan Rp600 miliar. Saat ini DPRD dan pemerintah fokus pada penanganan banjir. Karena itu kami mendesak DPRD segera menyetujui APBD Perubahan untuk pengerukan sedimen di Sungai Ampal dan Sungai Sepinggan,” ucap Rizal Effendi.

Sementara untuk mempercepat penanganan, diimbaunya, masyarakat membantu dengan bekerja bakti massal, membersihkan aliran air di wilayahnya masing-masing. Pemerintah berencana memperlebar muara sungai Ampal hingga 40 meter, atau dua kali lipat dari lebar saat ini. Untuk mewujudkan rencana itu, pemerintah telah menyiapkan relokasi puluhan rumah penduduk. Biaya ini yang diperkirakan bakal menelan anggaran paling banyak.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum Balikpapan Yusri Ramli mengatakan, pembebasan lahan Sungai Ampal masih berproses di Badan Pertanahan Balikpapan. “Kami menganggarkan Rp6 miliar untuk membebaskan lahan seluas 15 hektare di sepanjang Sungai Ampal,” imbuh Yusri Ramli.

Disebutnya, proses pembebasan lahan menjadi salah satu kendala dari upaya mempercepat proyek penanggulangan banjir. Pemerintah Balikpapan menargetkan seluruh proses pembebasan lahan rampung dalam dua tahun. Untuk seluruh lahan yang akan dibebaskan, Walikota Rizal Effendi menaksir dana yang dibutuhkan mencapai Rp150 miliar.

Di tengah prioritas penanganan banjir, Dinas Pekerjaan Umum mendapat kucuran belanja modal Rp380 miliar yang dibagi untuk bidang pengairan dialokasikan Rp68 miliar. Jumlah tersebut dinilai kurang untuk mengatasi sedimentasi seluruh alian sungai di Balikpapan.

Dalam peninjauan kawasan rawan banjir dan longsor, Wali kota Rizal Effendi didampingi Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Tata Kota dan tim terkait. Peninjauan dilakukan di empat lokasi banjir, yakni Kawasan Balikpapan Superblok (BSB), Kawasan HER Utama Mandiri Sepinggan, Jalan AMD dan Sungai Ampal.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.