Penerbitan SBI Tarik Minat Investor Asing

Editor: Satmoko Budi Santoso

205
Mirza Adityaswara (kiri), Perry Warjiyo dan Erwin saat jumpa pers di Jakarta - Foto: Dok. CDN

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) sedang menpertimbangkan terkait rencana peninjauan pilihan untuk memperkuat portofolio investasi di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Gubernur BI Perry Warjiyo saat menggelar jumpa pers terkait hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang dilaksanakan di kantornya, Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat.

Menurut Perry, salah satu hal yang sedang dikaji BI adalah terkait penerbitan Sertifikat Bank Indonesia (SBI). Tenor atau jangka waktu SBI tersebut bervariasi, masing-masing selama 9 bulan hingga 12 bulan. SBI merupakan surat berharga yang dikeluarkan BI sebagai pengakuan utang berjangka dengan waktu pendek 1-3 bulan dengan sistem bunga.

SBI merupakan salah satu instrumen yang biasa dipergunakan BI untuk menjaga kestabilan nilai tukar mata uang Rupiah, khususnya terhadap sejumlah mata uang asing, misalnya dengan Dolar Amerika (USD). Hingga saat ini nilai tukar Dolar Amerika terhadap Rupiah masih sangat tinggi yaitu diatas kisaran Rp14.000 per 1 USD.

Perry Warjiyo mengatakan “Dengan adanya rencana penerbitan SBI tersebut maka diharapkan akan menjadi daya tarik tersendiri bagi para investor, diantaranya untuk menarik portofolio asing agar masuk ke Indonesa” jelasnya di Gedung Bank Indonesia, Jakarta (19/7/2018).

Sementara itu Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara saat jumpa pers menyampaikan bahwa perkembangan kondisi ekonomi dunia masih dibayangi oleh ketidakpastian global dan normalisasi kebijakan bank sentral dan kenaikan bunga acuan di Amerika Serikat.

Menurut Mirza, pelemahan nilai tukar atau depresiasi yang menimpa mata uang Yuan Tiongkok beserta sejumlah perkembangan lainnya ternyata juga ikut mempengaruhi atau memberikan dampak terkait aliran modal ke emerging market atau negara-negara tujuan pangsa pasar.

Mirza juga menjelaskan terjadinya capital reversal yang berdampak pada nilai tukar atau kurs mata uang dari negara-negara berkembang ikut mengalami pelemahan atau terdepresiasi termasuk diantaranya adalah mata uang Rupiah Indonesia. Maka diharapkan dengan adanya penerbitan SBI rersebut penting untuk mengundang kembali aliran modal asing masuk ke Indonesia.

Sementara itu terkait penyertaaan modal asing (PMA), Pemerintah dalam hal ini sedang mengupayakan untuk mengundang investor agar tertarij ke Indonesia. Diantaranya dengan cara memberikan insentif seperti penerbitan investasi portofolio yang dilakukan BI dengan tujuan agar pasar keuangan di dalam negeri tetap menarik perhatian investor.

Baca Juga
Lihat juga...