Pensiunan Brigjen Pol ini Nyaleg dari Berkarya Karena Rindu Sosok Pak Harto

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

1.332

DENPASAR — Brigjen Pol (Purn) Dewa Bagus Made Suharya mungkin salah satu dari sekian banyak orang yang maju menjadi calon legislatif dari Partai Berkarya. Mantan Kapoltabes Denpasar era 1998 hingga 2002 ini memilih mencalonkan diri dari partai besutan Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto yang tak lain adalah putra Presiden ke-2 Republik Indonesia, HM Soeharto.

Menurut Polisi yang pensiun tiga tahun ini mengatakan, berawal dari pertemuan salah satu sahabat sekaligus kakak seniornya di Bali yaitu Putu Jaya yang juga sebagai ketua DPW Partai Berkarya Bali beberapa waktu lalu. Dari sana ia diajak untuk bergabung ke partai berkarya dan didorong maju untuk menjadi caleg DPR RI dari dapil Bali.

“Selain itu, alasan yang tidak kalah penting adalah ketertarikan. Karena merupakan partai besutan dari ke Cendana yang merupakan keturunan dari Almarhum Soeharto,” ucap Suharya saat ditemui di rumahnya di Jalan Pemogan Denpasar Selatan Sabtu, (28/7/2018).

Baginya, almarhum Soeharto salah satu orang yang paling berjasa dalam karirnya di Kepolisian. Pada 1981, Suharya pertama kali dilantik sebagai perwira pertama dengan pangkat letnan dua oleh almarhum Soeharto saat lulus taruna ABRI di Magelang. Meskipun tidak pernah berkomunikasi secara langsung, namun kerinduannya terhadap sosok Presiden Soeharto membuatnya yakin maju caleg dari Partai Berkarya.

“Manusia itu punya rasa, yang melantik sebagai perwira pertama kali adalah bapak Jenderal Besar Soeharto. Jadi di benak kami yang ada beliau yang melantik kami saat itu. Bahkan pada saat pelantikan saya mewakili umat hindu untuk tampil ke depan untuk disumpah oleh Presiden. Selain itu saya juga salah satu pengagum beliau (Pak Harto) karena beliau itu mantan Jendral yang murah Senyum,” terangnya.

Mantan Kepala Biro Bekum Sarpras Mabes Polri ini menambahkan, politik baginya adalah sebuah media untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, politik juga bisa sebagai media dan seni pembelajaran bagaimana untuk dapat mencapai sebuah tujuan.

Brigjen Pol (Purn) Dewa Bagus Made Suharya
Brigjen Pol (Purn) Dewa Bagus Made Suharya yang merupakan pensiun Polisi yang mencalonkan diri sebagai calon Legislatif DPR RI dari Partai Berkarya Dapil Bali.-Foto: Sultan Anshori.

Dari politik mengetahui bagaimana praktik politik, bagaimana cara untuk sikap, dan bagaimana cara untuk bisa melakukan sebuah keputusan dari hasil musyawarah dan mufakat. Karena terlahir dari dunia Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI), saat terjun ke dunia politik sangatlah jauh berbeda.

Sangat jauh berbeda antara dunia politik dengan dunia yang pernah ia lalui selama ini. Kalau di ABRI, sebutnya, khususnya di Polri, dulu memerintah karena yang diperintah memiliki dasar yang sama. Di dunia politik banyak sekali latar belakang yang harus diajak bersama-sama untuk mencapai tujuan terutama melalui musyawarah mufakat.

“Oleh sebab itu saya pribadi juga perlu belajar akan hal itu,” ujar bapak dengan lima anak ini.

Saat ditanya kesiapannya maju sebagai calon anggota DPR RI, Suharya tegaskan sudah siap 100 persen. Bahkan ia menargetkan pencapaian suara sebanyak 150 ribu hingga 200 ribuan dengan modal suara tidah hanya di Kota Denpasar melainkan di seluruh wilayah di Bali.

“Untuk di Bali sendiri bisa lolos jadi dewan itu dibutuhkan minimal 100 ribu suara. Saya pribadi optimis dapat lebih dari angka itu dan pasti lolos. Karena saya sudah memiliki konstituen yang sudah pasti di seluruh Bali,” tegas pria yang juga menjabat sebagai Ketua Penasehat Partai Berkarya DPW Bali ini.

Suharya juga menceritakan kondisi Partai Berkarya ini di Bali saat ini. Banyak orang yang datang secara mandiri untuk mendaftarkan menjadi anggota dan caleg dari partai berlambang beringin ini. Meski dulu sempat vakum karena kepengurusan, namun akibat perombakan kepengurusan saat ini hal tersebut jauh lebih baik. Bahkan tidak butuh waktu lama untuk bisa menjaring para kader dan caleg untuk bertarung di pemilu 2019 mendatang.

Hal tersebut menurut Suharya sangat wajar, karena hal itu mungkin disebabkan oleh fenomena yang terjadi di tengah-tengah masyarakat terutama masyarakat dari kalangan menengah ke bawah yang merindukan zaman “Orde Baru” dimana kala itu keadaan, baik ekonomi maupun kehidupan bermasyarakat berjalan dengan baik.

“Memang satu sisi ‘ah orde baru’, tapi di sisi lain notabenenya masyarakat kecil itu tadi merasa rindu akan kepemimpinan dari keluarga Cendana. Sekarang kan ada istilah ‘Enak Jaman ku toh?’, itu membuktikan kecintaan masyarakat terhadap Almarhum Bapak Soeharto,” imbuh pria kelahiran Denpasar ini.

Saat ini setidaknya ada sembilan calon yang akan maju ke DPR RI pusat yang berangkat dari Partai Berkarya, dan ada 55 orang yang maju di tingkat provinsi.

“Di tingkat Kabupaten/Kota kita juga terisi. Kami yakin ke depan partai ini pasti akan besar,” pungkas Suharya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.